Daerah  

Malam Pembukaan Hari Jadi Labusel Ke 15 Mencekam, Ni… Ceritanya

Labusel, goresnews.com melihat dari persiapan yang lakukan puluhan stan dari berbagai instansi vertikal dan horizontal serta latihan-latihan yang dilakukan anak-anak bangsa asuhan Dispora, serta persiapan iringan sound system yang diboking panitia agar Hari Jadi Labusel terkesan baik dalam mengiringi seluruh tahapan kegiatan acara, dilapangan buyar dan mencekam.

Disamping turunnya hujan sound system juga tak mendukung dikegiatan tersebut dan akibatnya anak-anak asuhan Dispora yang jauh sebelumnya sudah berlatih tidak tampil.

Terdengar dari salah satu peserta penari saat dilapangan “sudah capek-capek latihan, dandanan cukup serta mekup fuul nyentrik semangat saat disuruh turun dari gedung SBBK kelapangan” tapi ngak jadi nampil.

Kalaupun hujan turun sebelumnya, kan sudah redah ya ditampilkanlah kami, panitia mencari dimana lapangan yang tidak terlalu becek, ungkapnya kesal.

Pantauan dilapangan acara pembukaan dibuka oleh Bupati dan seyogianya dilaksanakan di atas pentas utama dan diiringi tarian pembukaan dilaksanakan didepan podium Bupati dan Forkopimda yang sudah sefty, meleset.

Berubah, acara dilaksanakan dilantai dasar gedung SBBK dengan format ala kadarnya mengunakan sound system darurat yang terkadang jelas suaranya sekali-kali putus tak terdengar.

Sampai-sampai H Edimin Bupati saat arahan menghentikan bicaranya dan berkata “kalau saya lagi bicara tolong… cek sound syatem sana dimatikan, saya lagi bicara” ulangi ucapan Bupati kesal.

Parahnya saat Ketua DPRD Edy Parapat memberikan amanah mengatakan ikon Labuhanbatu Selatan sudah 15 tahun ini masih sedikit bagaimana kita bisa maju satu langkah dari Daerah lain, perkataannya tersebut perlu ditelaah oleh eksekutif dan legislatif.

“Mari sama-sama kita dukung Pemerintah tuk mampu dan membuat Labusel selangkah lebih maju dari Daerah lain” katanya.

Mari kita jaga Daerah kita jauh dari begal, narkoba dan lain-lain menyangkut kriminal, ayo kita tingkatkan Kamtikmas agar kampung jauh dari tidak yang kita inginkan.

“Terlihat mencurigakan dikampung kita, lapor kepada kepolisian terdekat lagiankan ada pak Babhin” ungkapnya.

Saat kompirmasi Kadispora Putra Zulad terkait anak-anak tak ditampilkan serta sound beliau menjelaskan kenapa anak-anak tidak ditampilkan, lapangan kita tak mendukung bang tergenang air serta crew sound system takut meledak kalau kami ikut mengiringi acara, takut meledak akibat air hujan yang mengenai cabel-cabel tersebut (13/08/2023) Ahad jam 21.30 WIB.

Besok kita ulangi acaranya bang, namun pegelaran tari pembukaan kita tiadakan kita masuk langsung keacara etnis, ungkap beliau.

Roynal Silaban (50) menjelaskan kami kesal pak jauh-jauh kami datang dari Sisumut tuk menyaksikan pembukaan hari jadi Labusel ternyata kosong, capek menunggu.

Yang saya herankan dan perhatikan dari kejauhan kenapa Bupati H Edimin hilir mudik dari gedung SBBK turun ke tribun yang dipersiapkan dan balik ke lagi kegedung SBBK kembali lagi turun ketribun depan pentas utama, seperti beliau gelisah dengan acara tak sesuai dengan apa yang diharapkan beliau.

Ditambah perkataan Ketua DPRD mengatakan “aikon Labusel hanya sedikit padahal sudah lima belas tahun berkiprah”, memikirkan itu mumat kepala, ujar roy.

Saya mohonlah kepada panitia hari jadi untuk kedepanya agar acara dikelola dengan baik, jangan terus dipikirkan acara tersebut selalu mulus dan baik-baiknya saja, panitia juga pikirkan hal yang buruk seumpama kalau datang hujan apa yang harus diperbuat, kalau sound tidak berfungsi apa yang dilakukan, agar pimpinan kita senang dan tidak gelisah mondar mandir turun naik turun naij namun kegiatan acara tidak kunjung dimulai, kata roy akhiri pembicaraan.

Roperter ] Tim – CS.