Kwterangan gambar: Sekda Labusel Reza Falevi Nasution bersama ketua forum pemekaran M Yunus dan keluarga anak dari Alm H. Rustam Nasution
KOTAPINANG, goresnews.com setelah 18 tahun Kabupaten Labuhanbatu Selatan berdiri sebagai daerah otonom, jejak perjuangan para tokoh pemekaran akhirnya mulai diabadikan melalui pembangunan Tugu Pemekaran Labusel.
Peletakan batu pertama pembangunan monumen bersejarah tersebut dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Muhammad Reza Pahlevi Nasution, di depan Gedung SBBK Kotapinang, Kamis (25/06/2026)
sejarah ini menjadi catatan penting dalam perjalanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Sebab, sejak daerah ini resmi dimekarkan, belum pernah ada upaya nyata untuk menghadirkan monumen yang secara khusus mengenang perjuangan para pendiri dan pejuang pemekaran yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan waktu demi lahirnya kabupaten yang kini terus berkembang.
Pembangunan tugu pemekaran merupakan inisiatif Forum Perjuangan Pemekaran Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Monumen tersebut nantinya akan menjadi simbol penghormatan kepada para pejuang yang berjasa mengantarkan Labusel menjadi daerah otonom serta menjadi sarana sejarah bagi generasi muda.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Forum Perjuangan Pemekaran Labusel Muhammad Yunus, tokoh masyarakat, keluarga ketua pejuang pemekaran Aswad Alwi Nasution yang merupakan anak almarhum H. Rustam Nasution, salah satu tokoh sentral yang berada di garis depan perjuangan pembentukan Kabupaten Labuhanbatu Selatan saat itu.
Dalam sambutan Sekdakab Reza Pahlevi Nasution menegaskan bahwa pembangunan tugu ini bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, melainkan bentuk penghormatan terhadap pelaku sejarah dan jasa para pendahulu.
Menurutnya, masyarakat terutama generasi muda harus mengetahui bahwa kemajuan yang dinikmati saat ini lahir dari perjuangan panjang, pengorbanan, serta tekad para tokoh pemekaran yang menginginkan daerahnya lebih maju dan mandiri. Anggaran pembagunan APBD dari dinas PUPR, kata Reza.
Salah seorang pelaku sejarah pemekaran Kabupaten Labuhanbatu Selatan H. Mirwan Hasibuan, mengungkapkan bahwa selama 18 tahun perjalanan pemerintahan Labusel, mulai dari masa Penjabat Bupati (Pj) hingga beberapa kepala daerah definitif, pembangunan Tugu Pemekaran belum pernah terealisasi.
Baru pada masa kepemimpinan Bupati Fery Sahputra Simatupang, aspirasi para pejuang pemekaran tersebut mendapat perhatian dan dukungan nyata.
“Sudah 18 tahun kami menunggu. Dari masa PJ Bupati hingga beberapa Bupati definitif, belum ada yang benar-benar mewujudkan pembangunan Tugu Pemekaran ini. Baru di era Bupati Fery Sahputra Simatupang cita-cita para pejuang pemekaran mendapat tempat dan direalisasikan,” ujar H. Mirwan.
Ia juga mengungkapkan bahwa prasasti bersejarah yang ditandatangani Muhaimin Iskandar saat menjabat Wakil Ketua DPR RI pada momentum perjuangan pemekaran 18 tahun silam hingga kini masih tersimpan dan dijaga oleh ahli waris almarhum H. Rustam Nasution. Prasasti tersebut nantinya akan dipajang di tugu tersebut sebagai bukti autentik perjalanan sejarah lahirnya Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Menurut H. Mirwan, pembangunan tugu tersebut bukan hanya bentuk penghargaan kepada para tokoh pemekaran, tetapi juga menjadi pengingat bahwa sebuah daerah tidak lahir begitu saja. Di balik berdirinya Kabupaten Labuhanbatu Selatan terdapat perjuangan panjang yang wajib dihormati dan diwariskan kepada generasi penerus.
“Terima kasih kepada Bupati Fery Sahputra Simatupang yang peka terhadap sejarah lahirnya Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Sejarah tidak boleh dilupakan, karena dari sejarah itulah kita belajar menghargai perjuangan para pendahulu,” tegasnya.
Dengan dimulainya pembangunan Tugu Pemekaran ini, masyarakat Labuhanbatu Selatan akhirnya akan memiliki monumen sejarah yang selama hampir dua dekade hanya menjadi harapan.
Tugu tersebut diharapkan menjadi ikon kebanggaan daerah sekaligus penanda bahwa perjuangan para pendiri Labusel tidak lagi sekadar dikenang dalam cerita, tetapi telah diabadikan untuk sepanjang masa.
Repoeter] Fatir-CS.












