Malam Berdarah di Blok D3″ Security PT Sipef Tolan Tiga Diduga Aniaya Parlin Siregar Hingga Pingsan.

Keterangan gambar: Parlin Siregar sewaktu di RSUD Kotapinang di dampingi warga, teman dan kerabatnya (06-02-2026)

 

KAMPUNG RAKYAT, goresnews.com insiden dugaan penganiayaan terjadi di area perkebunan PT Tolan Tiga Indonesia (Sipef) pada Kamis sore sekitar pukul 18.30 WIB. Parlin Siregar (36) warga Sri Pinang Dusun III mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah oknum petugas keamanan Scurity perusahaan saat berada di lokasi Blok D3 kebun tersebut.

Menurut keterangan Parlin Siregar saat di RSUD Kotapinang Jumat (07/02/2026), saya dikepung sekitar enam orang security sebelum akhirnya ditangkap dan diborgol. Dalam kondisi tangan diborgol, Parlin mengaku langsung mendapat tindakan kekerasan.

Ia menyebut tulang kering kaki kirinya dipukul berulang kali menggunakan gagang atau sarung parang milik petugas keamanan. Tak hanya itu, bagian wajah, dada, dan perutnya juga menjadi sasaran pukulan. Akibatnya dahi mengalami luka robek, dadah sesak memicu lemas dan oyong, Korban mengaku sempat memohon ampun agar tidak lagi dipukuli.

Namun, dugaan penganiayaan tetap berlanjut hingga dirinya tak sadarkan diri. Parlin menyebut salah satu petugas berindisial ID berada di lokasi dan mengetahui siapa yang menendangnya, tegasnya walau dadanya sakit saat dikompirmasi.

Sementara komandan regu (danru) disebut bernama Yugo.
Sekitar pukul 19.00 WIB, terus memantau korban setelah kondisi korban melemah, ia dibawa ke Klinik dr. Yuga di Pekan Tolan atas perintah danru keamanan. Di klinik tersebut, luka korban dibersihkan dan mendapatkan tindakan medis.

Parlin mengalami tujuh jahitan di bagian kepala dan tiga jahitan di mata kaki sebelah kanan. Sementara tulang kering kaki kirinya disebut mengalami luka akibat pukulan benda tumpul.

Karena kondisinya dinilai serius, korban kemudian dirujuk ke RSUD Kotapinang untuk penanganan lebih lanjut. Namun, pihak keluarga menyayangkan sikap yang disebut tidak adanya tanggung jawab dari pihak perusahaan terkait biaya perobatan di rumah sakit.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Tolan Tiga Indonesia (Sipef) maupun dari aparat kepolisian terkait kronologi lengkap kejadian tersebut. Peristiwa ini memicu sorotan tajam dan menimbulkan pertanyaan besar soal prosedur pengamanan serta dugaan tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan perusahaan.

Ketua KBPPPolri Sektor Kampung Rakyat K Simanjuntak turun tangan kami minta kepada aparat penegak hukum agar usut tuntas persoalan ini, walaupun Parlin masuk ke areal dan mengambil milik PT, namun tak seharusnya main kekerasan pukulan dan tendangan.

Dan tak masuk akal Parlin yang body badan kurus di keroyok enam security dan pake alat pula, dan Parlin sudah menyerah dan minta ampun pada tim pengamanan namun tidak di indahkan, ini yang membuat warga marah. Ada kemungkinan saya akan mengkomandoi akan lakukan aksi meminta pertanggung jawaban PT, dengan aksi kekerasan pada Parlin, ujarnya.

Reporter] Eri