Keterangan gambar: Kedua orang tua Zea didamping Kabid Rehablitas Astiana Butar-butar antar Zea Fitriyah Sitepu ke RS SMEC Medan
KOTAPINANG, goresnews.com perjuangan seorang balita bernama Zea Fitriyah Sitepu melawan penyakit kanker mengundang keprihatinan. Di usianya yang masih sangat belia, Zea harus menjalani rangkaian pengobatan setelah mendapat rujukan dari RS Nuraini Blok Songo dengan diagnosa Hepatoblastoma.
Zea yang tinggal bersama kedua orang tuanya di Dusun Aek Korsik, Perkebunan Tolan, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, kemudian dibawa ke RS SMEC Medan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Tangis haru dan rasa syukur tak mampu disembunyikan Yogi (30), ayah Zea, saat menceritakan perjuangan anaknya. Didampingi sang istri, ia mengaku sangat berterima kasih kepada Dinas Sosial Labuhanbatu Selatan yang telah membantu mengurus keberangkatan Zea untuk mendapatkan perawatan.
“Terima kasih kepada Ibu Kepala Dinas Sosial yang terus mengurus dan memberikan pelayanan kepada anak saya. Hanya Tuhan yang bisa membalas semua kebaikan Ibu,” ujar Yogi dengan suara bergetar menahan tangis.
Menurut keluarga, sejak lahir Zea telah mengalami gejala penyakit yang kemudian membutuhkan penanganan serius. Dalam dua bulan terakhir, perjuangan Zea semakin berat karena harus menjalani pengobatan untuk penyakit kanker yang dideritanya.
Kepala Dinas Sosial Labuhanbatu Selatan melalui Kepala Bidang Rehabilitasi, Niastina Butar-Butar, Selasa (15/09/2026) di Sekretariat Dinas Sosial Jalan M Yamin Kotapinang sekira pukul 08.00 WIB menjelaskan bahwa keberangkatan Zea ke Medan dilakukan berdasarkan arahan pimpinan.
Setelah perjalanan dilakukan secara estafet menggunakan kendaraan roda empat, pihaknya kemudian mendampingi Zea bersama kedua orang tuanya melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Api menuju Medan.
“Ini merupakan perintah atasan. Kami langsung membawa balita bersama kedua orang tuanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di RS SMEC Medan,” jelas Niastina.
Ia mengatakan, proses pendampingan tersebut tidak terlepas dari perhatian Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, termasuk Bupati Feri Sahputra Simatupang, serta dukungan Kementerian Sosial melalui Sentra Bahagia yang dikoordinasikan Teguh dan Frans.
Niastina berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Sosial terus terjalin sehingga masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak dalam kondisi rentan, dapat memperoleh akses pelayanan sosial dan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kehadiran pemerintah melalui program sosial dan pelayanan kesehatan merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun, seluruh proses tetap dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku,” pungkasnya.
Reporter] Fatir.












