Keterangan gambar: Kapolres AKBP Rosef Efendi, WakaPolres Kompol Moch Guntur Pryantoko dan jemaah mesjid Amalia Kecamatan Kotapinang dan Mesjid simpang Karo Torgamba
KOTAPINANG, goresnews.com di tengah keresahan masyarakat terhadap peredaran narkoba yang masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), program Jumat Keliling (Jumkel) dan Subuh Keliling (Subkel) yang digencarkan jajaran Polres Labusel menjadi perhatian publik.
Kehadiran pimpinan kepolisian di masjid-masjid tentu menjadi langkah positif dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Namun, di balik intensitas kegiatan tersebut, muncul pertanyaan yang tak kalah penting “sejauh mana kedekatan itu dibarengi langkah konkret dalam memberantas peredaran narkoba dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas)”
Kapolres Labusel AKBP Rosef Efendi yang baru beberapa bulan menjabat terlihat rutin melaksanakan salat Jumat berjemaah di sejumlah masjid berbeda. Sementara Wakapolres juga aktif menjalankan program Subkel dengan menyambangi masjid pada waktu subuh.
Seorang tokoh masyarakat (Tomas) yang meminta identitasnya dirahasiakan mengapresiasi kegiatan tersebut. Meski demikian, ia berharap kehadiran polisi di tengah jemaah tidak hanya sebatas membangun komunikasi, tetapi juga diikuti tindakan tegas terhadap peredaran narkoba yang meresahkan masyarakat.
“Program mendekatkan diri kepada masyarakat tentu baik. Namun, yang paling kami nantikan adalah hasil nyata. Jangan sampai masyarakat hanya melihat polisi hadir di masjid, tetapi masih merasa khawatir dengan peredaran narkoba di lingkungan mereka,” ujarnya.
Dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Sabtu malam (31/10/2026), Kasi Humas Polres Labusel AKP Sujono menjelaskan bahwa Jumkel dan Subkel merupakan program kepolisian untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
Usai salat berjemaah, Kapolres maupun Wakapolres menyampaikan sosialisasi kamtibmas serta edukasi mengenai bahaya narkoba kepada para jemaah.
Sementara itu, Ustaz Padli Tanjung, yang juga mantan Wakil Bupati Labusel, mengajak masyarakat melihat sisi positif dari kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran pimpinan kepolisian di masjid dapat mempererat hubungan dengan warga sekaligus mempertegas peran polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
“Kalau soal apakah kegiatan ini untuk menepis anggapan pemberantasan narkoba belum maksimal, itu kembali kepada niat masing-masing. Kita ambil sisi baiknya saja,” ungkapnya.
Meski demikian, di tengah ancaman narkoba yang terus menghantui masyarakat, Jumkel dan Subkel diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial dan sosialisasi saja.
Publik menantikan bukti nyata melalui pengungkapan jaringan peredaran narkotika, penindakan tegas terhadap bandar, serta langkah berkelanjutan dalam menyelamatkan generasi muda Labusel.
Reporter] Habib-CS












