Labusel, goresnews.com isi narasi alat peraga berupa karton yang dibentang mengunakan tangan massa pedemo “Copot Kadis Bappeda dan Perukim” “Periksa Kadis Bappeda dan Perukim yang telah korupsi jutaan anggaran Daerah” “Turunkan dan Copot Kadis Bappeda dan Perukim yang tidak becus”
Delapan massa yang mengatas namakan Aliansi Mahasiswa Peduli Kabupaten Labuhanbatu Selatan (AMPLAS) beralamat kantor jalan Kampung Badage, Kelurahan Kotapinang diduga menerobos masuk dari gerbang belakang perkantoran.
Perwakilan Amplas duduk dengan tenang sambil nunggu Kaban Bappeda Litbang (foto regar).
Amplas hanya meminta kepada Kaban Bappeda Litbang Kamal Siregar segera keluar dari ruangan dan menjumpai massa aksi didepan Kantor Bappeda Litbang Jalinsum Kotapinang – Gunung Tua Perkantoran Bupati, Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang Selasa (30/07/2024)
Hanya tiga poit penjelasan yang diingini massa pedemo, Pertama Jelaskan alur belanja konsultasi penyusunan dokument indenfikasi kawasan kumuh di Dinas Badan Perencanaan Pembagunan Daerah, Penelitian dan pengembangan dengan anggaran Rp. 331.341.104.00,. Kedua Jelaskan alur belanja konsultasi penyusunan rencana pencegahan perumahan kumuh dan Pemukiman kumuh di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman dengan anggaran Rp. 300.000.000.00,. Ketiga Jelaskan alur perjalanan dana pengadaan jasa konsultasi yang dilakukan didalam satu kantraktor (GECONS)
Fahri bersama teman Amplas berbicara dihadapan R Umron HRP Kabid penelitian dan pengembangan (foto regar).
M Fahri kordinator setelah menyuarakan melalui mikrofon lebih kurang 180 menit namun Kepala Badan Bappeda Litbang Kamal Siregar tidak kunjung datang, padahal diaula belakang kantor Bappeda Litbang ada acara rapat dengan seluruh Pj Kepala Desa atau yang mewakili mambahas proyek Pamsimas yang akan segera turun disetiap Desa yang adandi Labusel.
Pantaun dilapangan delapan orang massa aksi adu body dengan puluhan aparat penjaga pintu utama kantor Bappeda Litbang yang terdiri dari puluhan personil SatPolPP dibantu puluhan personil Polri dari Polres Labusel, yang ingin masuk dalam kantor Bappeda Litbang.
Akhirnya dalam aksi adu body tersebut terhenti dengan artian massa aksi tak berhasil menembus pagar bettis pengaman, dikarenakan kalah jumlah.
Tidak habis akal massa demo mencoba lari lewat pintu samping dan belakang namun pintu Kantor Bappeda Litbang tertutup, terkunci rapat-rapat.
Terlihat dari wajah pedemo dengan hati yang gundah bercampur kesal, akhirnya massa aksi kembali berorasi diterik matahari dan membaca statement dibawah tiang bendera Kantor Bappeda Litbang dan menyerahkan kepada Kabid Penelitian dan Pengembangan R Umron Harahap.
“Kami yang tergabung di Amplas dalam waktu dekat akan kembali lagi ke Kantor Bappeda Litbang, Kantor Perukim, dan harapan kami mudah-mudahan kita bertemu di pengadilan” kata Fahri
R Umron Harahap menerima statement berisi tuntutan dan berkata semua tuntutan adik-adik mahasiswa akan kami rembuk dan rapatkan dengan Pak Kaban dan para Kabid yang membidanginya.
Pak Kaban memang tidak ada di Kantor, beliau mengikuti rapat di Dewan, saya sudah hubungi beliau katanya dalam seluller akan meluncur ke kantor, namun adek lihat sendiri disini sampe sekarang beliau belum datang , tera Pak Kabid.
Massa aksi membubarkan diri dengan tertip dengan kawalan aparat keamanan dari SatPolPP dan personil kePolisian menuju kantor Perukim
Reporter ] regar












