KOTAPINANG, goresnews.com pejuang rupiah demi membutuhi kehidupan sehari-hari berakhir di stik engrek sepanjang sepuluh meter lebih kurang yang mengenai material listrik, Ini pemicu utama sehingga menewaskan Darwin kepala keluarga dari satu istri dan tiga anak-anaknya.
Saat dikompirmasi Kepala Dusun (Kadus) Tugu Sari, Desa Sisumut Tukiman Selasa (08/04/2025) melalui seluller menerangkan dan membenarkan adanya warganya yang bernama Darwin (35) meninggal saat bekerja memanen sawit dikebun warga, Senin pagi sekira jam 09.15 WIB.
Kadus menjelaskan kronologi kejadian sekira jam 09.15 WIB, seperti biasa Darwin pagi-pagi pergi mencari rupiah dengan memberikan jasa tenaga ke masyarakat yang memerlukan.
Pada saat itu Darwin mendapat job mengengrek sawit sekalian menunas pelepah yang ada di pohon sawit milik tetangganya, naas baru beberapa jam kerja egrek korban meluncur miring kearah material listrik, yang sebelumnya dengan spontan korban menahan dengan paha kanannya.
Namun bobot egrek tidak tertahan sehingga batang egrek mengenai material listrik yang melintang dan seketika menyetrum korban hingga tak sadarkan diri. Masyarakat yang lewat pada saat itu sempat memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSU Nur’aini.
Almarhum Darwin meninggalkan tiga orang anak dan satu orang istri, saya sebagai kadus bersaksi Almarhum adalah orang yang baik dan tidak pernah membuat kesalahan di Dusun yang saya pegang, kata Tukiman.
Petugas RSU menjelaskan sempat juga korban di berikan pertolongan pertama menggunakan defibrillator alat untuk mengembalikan irama jantung atau yang sering disebut “kejut listrik”. Disamping korban juga mengalami luka bakar di tubuh korban dan dinyatakan meninggal dunia.
Reporter] Erik












