LABUSEL, goresnews.com Kapolres Labuhanbatu Selatan (Labusel), AKBP Aditya S P Sembiring Muham, menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan media sebagai mitra strategis dalam memberikan informasi dan ketertiban di wilayah hukumnya.
AKBP Aditya dalam acara temu ramah dengan puluhan jurnalis menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk koordinasi dan komunikasi, baik secara formal maupun non-formal, di Kantin 17 Lingkungan Simaninggir, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang Rabu (09/04/2025)
“Saya tidak suka yang terlalu formal-formal. Saya lebih suka pendekatan terbuka dan santai, mungkin karena latar belakang saya yang pernah ditempa di pasukan. Media bisa menjadi mata dan telinga publik dalam mengawasi kinerja kami di lapangan,” ungkapnya.
Kapolres saat menyampaikan pengalaman bertugas di depan puluhan jurnalis (foto-can)
AKBP Aditya adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2005 dan merupakan putra asli Kabanjahe, meski besar dan banyak bertugas di Pulau Jawa. Ia menyampaikan bahwa ini adalah kali kedua dirinya berdinas di Sumatera Utara. Pertama kali pada tahun 2010 saat menangani kasus-kasus terorisme, dan kini kembali dipercaya menjabat sebagai Kapolres Labusel, setelah sebelumnya bertugas di Polsek Tanah Abang, Jakarta.
Menanggapi keresahan masyarakat soal maraknya peredaran narkoba dan pencuri brondolan maupun Tandanan Buah Segar (TBS) seperti dan kasus-kasus lainnya, Kapolres menyatakan bahwa pihaknya siap mengambil langkah tegas.
“Sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, kami tidak akan membiarkan kejahatan-kejahatan ini mengganggu rasa aman warga. Kami akan intensifkan patroli dan tindak lanjut laporan masyarakat,” tegasnya.
Dalam operasi Ketupat Toba 2025, Kapolres melaporkan kepada Kapolda melalui rapat Zoom bahwa tingkat gangguan kamtibmas di wilayah Labusel mengalami penurunan signifikan. Dari 35 perkara pada 2024 turun menjadi hanya 10 perkara pada 2025, terdiri dari 6 kasus kriminal dan 2 kecelakaan lalu lintas.
“Penurunan ini tidak lepas dari instruksi Kapolda untuk meningkatkan kegiatan pada anggota seperti sholat subuh berjamaah, patroli rutin, pembagian bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, dan kegiatan kepolisian lainnya,” ujar AKBP Aditya.
Terkait lalu lintas selama masa mudik, jumlah kecelakaan lalu lintas di Labusel juga menurun dari 5 kasus pada tahun 2024 menjadi 2 kasus pada tahun 2025. Arus mudik tercatat sebanyak 26.000 kendaraan masuk ke Labusel, sementara arus balik mencapai 27.000 kendaraan.
Beberapa titik kemacetan teridentifikasi di Kecamatan Kotapinang dan Torgamba. Namun di bandingkan dengan tahun lewat, tahun ini lebih aman lajur kendaraan memang lamban namun tidak berpotensi kemacetan, walaupun ada kemacetan tidak berjam-jam. Karena anggota terus patroli di setiap titik-titik yang rawan.
Reporter] erik.












