Demi Keadilan, Pemuda Tanjungbalai Jalan Kaki ke Istana: Kisah Perjuangan Kacak Alonso Melawan Kriminalisasi

TANJUNGBALAI, goresnews.com dengan langkah penuh tekad dan hati yang menggantung harapan, Mahmudin alias Kacak Alonso, seorang pemuda asal Kota Tanjungbalai, memulai perjalanan panjang berjalan kaki menuju Istana Negara dan Mabes Polri di Jakarta. Aksi ini bukan sekadar bentuk protes, tapi juga seruan terbuka atas dugaan kriminalisasi yang dialaminya oleh oknum aparat. Aksi damai ini dilakukan Sabtu (02/08/2025)

Sebagai respons atas laporan yang dilayangkan oleh kuasa hukum Kompol DK terhadap dirinya, terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Laporan tersebut menyangkut penyebaran video penangkapan seseorang bernama Rahmadi yang terjadi di sebuah toko pakaian di Jalan Letjen Suprapto, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.

Kacak Alonso menegaskan bahwa dirinya hanya menyebarkan video tersebut di grup WhatsApp, bukan melalui media sosial publik seperti Facebook. Ia bahkan telah membuat video permintaan maaf dan klarifikasi kepada pihak terkait, serta telah memenuhi panggilan dari Polda Sumatera Utara.

Namun, merasa tidak cukup hanya dengan klarifikasi, Kacak memutuskan untuk mengambil langkah simbolik dan penuh makna: berjalan kaki dari Tanjungbalai ke Jakarta sebagai bentuk perjuangan mencari keadilan.

Gapura Kota Tanjaungbalai jadi saksi pemberangkatan Kacak ke Mabes Polri di Jakarta (foto-admin)

 

Sebelum berangkat, Kacak memeluk istri dan anaknya seraya memohon doa dan perlindungan. Ia membawa serta buku karya Presiden Prabowo Subianto berjudul Paradoks Indonesia yang menjadi sumber motivasinya. “Saya terinspirasi dari halaman 92, yang menyebutkan bahwa dalam setiap perjuangan, pasti ada Pandawa dan Kurawa. Saat ini saya merasa rakyat kecil sedang ditekan oleh kekuasaan yang tak berpihak,” ujarnya.

Tujuannya bukan hanya Istana Negara, tetapi juga Mabes Polri, Kompolnas, DPR RI, DPD RI, serta kementerian terkait. Ia berharap dapat menyampaikan langsung suaranya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri, dengan harapan ada keadilan bagi warga biasa sepertinya.

“Saya tidak membawa senjata, hanya membawa doa dan keyakinan. Saya yakin perjuangan rakyat kecil akan sampai ke telinga para pemimpin negeri ini,” ucap Kacak Alonso dengan penuh semangat.

Reporter] Tim

Editor – redaksi