Pemkab Kordinatori 55 Perusahaan yang Ada di Labusel Gelar Pasar Murah di Lima Kecamatan.

Keterangan gambar: Pembukaan pasar murah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yanh dibuka Kabag Ekonomi dan disaksikan aparat kecamatan maupun yang lain.

 

KOTAPINANG, goresnews.com sebanyak 55 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) ambil bagian dalam pelaksanaan Pasar Murah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H/2026. Kegiatan perdana digelar di Lapangan Kantor Camat Kotapinang, Jalan Istana, Kelurahan Kotapinang, Senin (2/3/2026).

Program ini dilaksanakan berdasarkan surat penting Nomor 510/0254/EKON/2026 yang ditandatangani Sekretaris Daerah, Muhammad Reza Pahlevi Nasution. Pemerintah Kabupaten Labusel menggandeng perusahaan-perusahaan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan menjaga stabilitas harga di lima kecamatan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sekretaris Daerah melalui Kepala Bagian Ekonomi Ekas menyampaikan bahwa pasar murah merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Penyediaan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau diharapkan mampu meredam lonjakan harga serta menenangkan ekspektasi publik di tengah potensi gejolak pasar jelang Lebaran.

Pelaksanaan kegiatan ini juga dikoordinasikan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, terutama pada momentum rawan inflasi, agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga sesuai target yang telah ditetapkan.

Camat Kotapinang, Khoirul Efendi Batubara, menjelaskan bahwa pada hari pertama kita sediakan 5 ton beras medium dengan harga Rp.60.000 per zak ditanggung jawab Disperindagkop. Selain itu, minyak goreng Bimoli 1 liter dijual seharga Rp15.000 dengan pembatasan dua liter per orang melalui sistem kupon. Sementara LPG 3 kilogram dipasarkan dengan harga Rp17.000 per tabung.

Keterangan gambar: Saat warga berdesak-desakan untuk menukarkan kupon, untuk mendapatkan bahan pokok yang ada. Lokasi kanyor Camat Kotapinang.

Namun demikian, sejumlah warga menilai selisih harga yang diberikan tidak terlalu signifikan dibandingkan harga pasar. Marsiam (43), warga setempat, mengungkapkan bahwa perbedaan harga pada beberapa komoditas hanya berkisar Rp1.000 dari harga umum di pasaran.

“Kalau disebut pasar murah, seharusnya harga lebih rendah lagi, minimal sesuai HET dari pabrik untuk minyak atau Bulog untuk beras,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil dengan menghadirkan harga yang lebih kompetitif, sehingga manfaat pasar murah dapat dirasakan secara nyata, bukan sekadar formalitas kegiatan menjelang hari besar keagamaan. Apa lagi di spanduk komoditas tertulis empat macam ternyata yang ada hanya tiga macam aja. Tolong instansi terkait tindak perusahan yang bohong tersebut.

Pelaksanaan pasar murah ini direncanakan berlangsung secara bergilir di lima kecamatan, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dan 55 perusahaan di Labusel dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus membantu masyarakat menghadapi kebutuhan Idulfitri.

Reporter] Habib-CS.