“Respon Cepat Layanan 110 Berbuah Hasil” Polres Labusel Ringkus Tiga Pelaku Sabu di Barak Keling.

Tiga pelaku berinisial S alias ST (32), warga Desa Pasir Limau Kapas, N alias Lek Gaol (44), warga Desa Sukoharjo Tanjung Mulia, serta AM alias Andi (34), warga Desa Mampang, Kecamatan Kotapinang, dibekuk di Barak Keling, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

 

LABUSEL, goresnews.com komitmen pemberantasan narkotika terus ditunjukkan jajaran Polres Labuhanbatu Selatan melalui optimalisasi layanan pengaduan masyarakat (Dumas) Presisi dan Call Center 110. Hasilnya, tiga orang tersangka kasus peredaran narkotika jenis sabu berhasil diamankan dalam sebuah pengungkapan yang berlangsung cepat dan terukur.

Penindakan tersebut terjadi pada Rabu, 22 April 2026 sekira pukul 19.00 WIB di Barak Keling, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Tiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial S alias ST (32), warga Desa Pasir Limau Kapas, N alias Lek Gaol (44), warga Desa Sukoharjo Tanjung Mulia, serta AM alias Andi (34), warga Desa Mampang, Kecamatan Kotapinang.

Kasi Humas Polres Labuhanbatu Selatan, AKP Sujono, mengungkapkan pada media Jumat (24/04/2026) semula laporan dari masyarakat melalui layanan Dumas Presisi yang terintegrasi dengan Call Center 110 terkait maraknya aktivitas transaksi narkotika di lokasi tersebut.

“Begitu informasi diterima, tim langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan menuju titik yang dimaksud,” jelasnya.

Setibanya di lokasi, petugas mencurigai gerak-gerik seorang pria yang kemudian diketahui sebagai S alias ST. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan satu plastik klip berisi sabu seberat 1,80 gram bruto yang dibalut tisu di tangan kiri tersangka.

Tak hanya itu, petugas juga menemukan satu plastik klip lainnya berisi sabu seberat 24,19 gram bruto yang disembunyikan di dalam helm Kawasaki berwarna biru.

Selanjutnya, dari hasil interogasi awal, S mengaku memperoleh barang haram tersebut dari dua rekannya, yakni N alias Lek Gaol dan AM alias Andi. Tanpa membuang waktu, petugas langsung melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan kedua tersangka sekitar 5 kilometer dari lokasi awal, tepatnya di Jalan Tanjung Medan – Tanjung Mulia, kata AKP Sujono.

Keduanya diamankan saat mengendarai sepeda motor Supra bernomor polisi D 3215 ZTJ. Dari hasil penggeledahan, ditemukan kaca pirex berisi sabu yang dibungkus timah rokok berwarna kuning di dalam jok sepeda motor.

“Namun, kedua tersangka berkilah tidak mengakui kepemilikan barang bukti tersebut”.

Total berat Barang Bukti garam cina yanh disita APH Labusel.

 

Dalam pengungkapan ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa dua plastik klip sabu dengan total berat bruto 25,99 gram, satu kaca pirex, tisu, timah rokok, dua unit sepeda motor, satu helm, serta dua unit telepon genggam.

AKP Sujono bahwa pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini guna membongkar jaringan peredaran narkotika yang lebih luas. Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam memberikan informasi melalui layanan Call Center 110 yang kini terus digencarkan di setiap Polres.

“Kecepatan respon sangat menentukan keberhasilan pengungkapan. Untuk itu, kami mengajak masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan, khususnya terkait narkotika. Bersama, kita wujudkan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba,” tegasnya.

Tempat yang berbeda kritikan pedas dari Plt IWO Roynal Silaban dengan respon cepat call center 110 instansi terkait lakukan kinerja, apakah intansi tersebut tidak aktif berada dilapangan sehingga masyarakat yang selalu aktif  melaporkan melalui call 110 baru ngerti adanya kegiatan tak bagus tersebut.

Saya pikir, hal tersebut hal yang konyol, setiap saya baca pemberitaan selalu respon cepat call 110 dari masyarakat. Hal tersebut hal yang perlu dipertanyakkan padahal kita tau APH punya Polsek, PolPos, Bhabinkamtikmas setiap desa, ada lagi tekap dan intel, masak info tersebut mereka-mereka tidak update dan tidak mengetahui.

“APH kan disekolahkan dengan pendidikan khusus dalam pengintaian dan lain-lain sebagainya, kalau memang serius APH dari pimpinan atas sampai bawah sebentar mereka meringkusnya” tegas roy.

Reporter] Habib-CS.