Keterangan gambar: Massa dari PAC Grib Jaya diterima oleh GM Siagian dari fraksi Golkar dan Norman dari Fraksi PAN di depan pinti masuk gedung DPRD.
LABUHANBATU SELATAN, goresnews.com ratusan massa yang tergabung dalam DPC dan PAC GRIB Jaya Kecamatan Sei Kanan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Labuhanbatu Selatan, Selasa (28/7/2026).
Massa mendesak DPRD segera memanggil manajemen PT Tapian Nadenggan (PTTN) melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mengusut dugaan tidak transparannya proses perekrutan tenaga keamanan (security), penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR), serta pelaksanaan program Inti Plasma.
Ketua DPC GRIB Jaya Labuhanbatu Selatan, Abdul Situmorang, menegaskan kedatangan massa merupakan bentuk kekecewaan masyarakat yang menilai proses perekrutan security di perusahaan tersebut tidak dilakukan secara terbuka.
Ia meminta DPRD segera memfasilitasi kami dari Grib Jaya RDP dengan menghadirkan manajemen PTTN agar seluruh persoalan dapat dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.
Menurutnya, aksi tersebut telah diberitahukan secara resmi kepada pihak kepolisian melalui surat pemberitahuan aksi damai.
Dalam orasinya, Sekretaris DPC GRIB Jaya Asep Munandar membacakan tiga tuntutan utama, yakni meminta DPRD memanggil manajemen PTTN terkait dugaan tidak transparannya perekrutan satuan pengamanan, meminta penjelasan mengenai penyaluran dana CSR perusahaan yang dinilai tidak dirasakan masyarakat, serta meminta klarifikasi terkait dugaan tidak terlaksananya program Inti Plasma sesuai ketentuan perundang-undangan.
Massa juga mengungkap adanya kejanggalan dalam proses seleksi security. Dari sekitar 62 pelamar, sebanyak 18 orang mengikuti tahapan seleksi dan 15 di antaranya dinyatakan lolos hingga tes urine.
Namun, menurut pengakuan peserta aksi, hanya empat orang yang akhirnya dipanggil bekerja tanpa adanya penjelasan kepada peserta lain yang sebelumnya telah dinyatakan memenuhi syarat. Sejumlah warga meminta manajemen perusahaan membuka secara transparan dasar penentuan kelulusan tersebut.
Salah seorang warga Batang Gogar Juriani (49), mengaku kecewa karena kerabatnya telah mengikuti seluruh tahapan seleksi, termasuk tes urine, bahkan telah memenuhi biaya administrasi sebesar Rp180.000 sesuai ketentuan yang disampaikan saat proses berlangsung.
Namun hingga kini belum memperoleh kepastian mengenai hasil akhir seleksi. Ia berharap manajemen PTTN memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan dugaan adanya perlakuan yang tidak adil terhadap masyarakat lokal.
Aksi sempat memanas karena tidak ada anggota DPRD yang langsung menemui massa. Kabid Fasilitasi DPRD Doan Siburian, menjelaskan para anggota dewan sedang mengikuti rapat pembahasan Ranperda sehingga belum dapat menemui peserta aksi.
Tidak lama kemudian, anggota DPRD GM Siagian dari Fraksi Golkar bersama Norman dari Fraksi PAN menerima delapan perwakilan massa untuk berdialog di ruang rapat.
Dalam pertemuan tersebut, GM Siagian menyatakan DPRD siap memfasilitasi RDP setelah menerima surat resmi dari GRIB Jaya. Ia memastikan pihaknya akan mengagendakan melalui bamus untuk pemanggilan manajemen PTTN agar seluruh persoalan, mulai dari perekrutan tenaga security, penyaluran CSR hingga program Inti Plasma, dapat dibahas secara terbuka.
Ia juga menegaskan DPRD terus mendorong perusahaan-perusahaan di Labuhanbatu Selatan agar lebih mengutamakan tenaga kerja lokal dalam perekrutan pekerja outsourcing sehingga keberadaan perusahaan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Kita akan lakukan secepat RDP pada pihak managemen PT.TP yang difasilitasi dewan-dewan dan di ACC kan Ketua” kata GM Siagian.
Reporter] Erik.












