Korban Jatuh Terpelanting Dari Lobang Pekerjaan Tambal Sulam Desa Sosopan

Pekerjaan kontraktor menutup lobang setelah beberapa hari dibiarkan, lobang tidak langsung ditutup karena target 20 ton aspal tidak mencukupi dari PT. DNG, sehingga menunggu maksimal lebih kurang tujuh hari baru ditutup (dokumentasi-regar)

Labusel, goresnews.com pekerjaan kontruksi tambal sulam dari Dinas PUPR Provinsi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kotapinang-Gunung Tua Kabupaten Labuhanbatu Selatan terkesan adanya pembiaran sehingga makan korban.

Pasalnya, aspal yang terlebih dahulu ditandai petugas dibelah mengunakan concrete curtter mesin pemotong aspal, seterusnya dibungkar dan hasil bungkaran aspal disingkirkan dipinggiran jalan, akan tetapi lubang yang telah dikerjakan tak segera ditutup.

diduga bekas lubang yang belum ditutup kontraktor berhari-hari, tempat korban jatuh hingga meninggal dan rumah duka Desa Hadungdung (dokumentasi-Jaya Labusel)

Diduga lubang bekas potongan, bungkaran aspal dibiarkan berhari-hari mengakibatkan jatuhnya korban hingga meninggal dunia warga Desa Hadundung indisal SM Senin malam Selasa 31 Mei 2024.

Kejadian lubang exs bungkaran aspal yang menelan korban buming di sosmed, terutama digrub fb Jaya Labusel (JL), puluhan bahkan ratusan komentar dari pengikut JL rata-rata mencerca pekerjaan pihak kontraktor dan dinas terkait provinsi.

Andi pengawas memakai rompi yang bertuliskan “PPK Pengawas P2JN Sumut” saat dikompirmasi dilokasi menjelaskan kami sebagai petugas pengawas perbaikan kontruksi tambal sulam, jalan antar lintas antar provinsi sudah membuat plang pemberitahuan agar berhati-hati adanya pekerjaan galian jalan. Plang pemberitauan tersebut kami letakkan dipangkal dan ujung jalan yang diperbaiki, Rabu (15/05/2024)

Saat dipertanyakan SOP pekerjaan beliau hanya menambahkan kita tidak bisa langsung menambal lubang yang sudah kita keruk pak, karena kita hanya butuh 5 ton aspal.

Kalaupun bisa seperti yang bapak bilang, kita harus mencapai target pembelian 20 ton aspal dari PT. Dalihan Na Tolu Grup (DNG) sub Kontraktor Jalan, baru bisa kita mendapatkan “begitu jalan dilubang kita bisa langsung tutup”, katanya.

Sementara setelah dihitung-hitung kita hanya memerlukan sekira 5 ton aspal, dengan artian kalau hanya 5 ton standartnya kita harus menunggu selama tujuh hari baru pekerjaan penggalian lubang bisa dikerjakan/tutup, ucap Andi berseragam rompi PPK pengawas P2JN Sumut tersebut.

Ombudsman Ikatan Wartawan Online (IWO) Labusel Mhd Dody mengecam pekerjaan yang dilaksanakan rekanan, apalagi sampai memakan korban, saya minta kepada kontraktor dan instansi terkait agar melakukan/melaksanakan pekerjaan sesuai norma-norma serta aturan yang ada.

Diketahui yang dikerjakan kontraktor tersebut adalah objek vital banyak penguna, setiap detiknya orang-orang hilir mudik melintas dijalan raya menggunakan beraneka ragam merek kendaraan.

“Kita bisa minta pertanggung jawaban atas pekerjaan yang mereka lakukan”.

Seharusnya kontraktor pemenang tender harus memacu pekerjaan namun sesuai Santard Operasional Prosedur (SOP) agar pekerjaan, kegiatan berjalan dengan lancar.

“Baru lagi semalam lobang ditutup dari simpang tiga bukit sampai tempat kejadian korban SM, anehnya dua objek lobang dilewatkan tidak ditutup sementara lobang tempat kejadian korban ditutup, ada apa ini semua, jelas Dody

Anggota DPRD Provinsi Dedy Iskandar saat dikompirmasi melalui seluller menjelaskan coba nanti saya cari tau ke Instansi terkait SOP kinerja rekanan tersebut, setelah saya dapatkan infonya nanti saya khabari bapak ya.

“Bisa-bisa kontraktor pemenang tender dan Instansi terkait kita panggil dimintai keterangan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP)” tutupnya.

Tempat berbeda diwarung dekat korban tergeletak warga setempat Akbar  menjelaskan kami sangat resah pak adanya lubang, boleh saja sih memperbaiki objek vital (jalan) namun ya disegerakanlah ditutup, agar tidak meresahkan pengguna jalan.

Sehari sebelum kejadian korban orang Hadundung itu, saya juga hampir masuk rumah sakit bèruntung hanya ban speda motor saya yang rusak akibat mengilas pinggiran korekan lubang yang tajam tersebut.

“Khawatirnya kalau lubang tersebut dibiarkan berhari-hari, waktu malam hari cahaya lampu penerangan jalan tidak seluruhnya menerangi lubang-lubang bekas galian tersebut” katanya.

Reporter ] Tim-Regar