Daerah  

Pelantikan Tiga PPTP Di Lingkungan Pemkab Labusel.

Sumpah jabatan saat pelantikan yang dibacakan Bupati diikuti tiga PPTP di ruanglingkup Pemkab Labusel

 

Labusel, goresnews.com hasil keputusan Bupati Labuhanbatu Selatan Nomor: 821.22/ – /BKPSDM/IV/2022 tanggal 3 Agustus 2022. Bupati H Edimin melantik dan mengangkat serta memberhentikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja dilingkungan Pemkab Labusel, pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) yang dilaksanakan diaula lantai tiga Kantor Bupati Jalinsum Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang Kamis (04/08/2022).

Adapun yang dilantik Ismail Sawito Harahap dari Kabid kebudayaan Dispora menjadi Kaban PBBD, Syaiful R. Pulungan Kadispora menjadi Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Agustina Nasution Kabid Keluarga Berencana Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga menjadi Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Peduduk dan Keluarga Berencana dari hasil tersebut ketiga yang dilantik diberikan tunjangan sebagai mana yang berlaku di eselon dua.

Selesai pengambilan sumpah Bupati mengatakan pada PNS terkhusus yang baru dilantik jadilah PNS yang profesional yang selalu mengedepankan kinerja dan menjauhi korupsi dalam bentuk apapun dalam.

Kita juga sama-sama tau jangan sekali-kali melakukan hal-hal yang tak terpuji apa lagu jaman sekarang kita ambil dari kiasan “tembok aja bisa bicara”, bekerjalah yang jujur walaupun dalam mengemban jabatan yang baru dalam pelantikan PPTP semua sudah memenuhi ketentuan dan persyaratan kualifikasi dan kompentensi jabatan yang ada.

Namun saya tidak segan-segan nantinya mencopot apa bila Kadis tersebut dengan bukti-bukti kongkrit melakukan kesahan/penyimpangan dari SOP kinerja, jangan bangga dengan hasil sewaktu mengikuti tahapan-tahapan asismen dan kopetensi yang lewat untuk menjadi Kepala Dinas ini masih awal didepan masih banyak celah-celah menggiurkan, kata Bupati.

“Kalau ketahuan ada masalah dalam menyangkut kinerja apa lagi korupsi, tanggung sendiri akibatnya” tegas Bupati.

Salah satu OPD yang dilantik menjelaskan kami dilantik berdasarkan kemampuan kami sendiri dalam mengikuti seluruh tahapan dalam ujian, kami harus mendapat nilai tertinggi dari saingan-saingan kami agar bisa mendapatkan yang kita inginkan.

“Tidak ada kata uang dalam mengambil jabatan pimpinan tinggi pratama ini, murni hasil dari tes mengikuti ujiannya” kata PNS yang bari dilantik tersebut (Wahyu CS)