Kepalan tangan Kalapas Tanjungbalai Asahan Refin Tua Simanullang dengan Ketua MUI Tanjungbalai Ardiansyah Lubis tandakan bangun sinergi strategis bersama MUI.
TANJUNGBALAI, goresnews.com Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Tanjungbalai Asahan Refin Tua Simanullang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan melalui penguatan sinergi dengan tokoh agama. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tanjungbalai, Selasa (28/04/2026)
Dalam pertemuan tersebut, Kalapas didampingi oleh Kepala Urusan Umum, Sahar Ibnu Muslim, sebagai bentuk keseriusan dalam membangun koordinasi dan komunikasi yang efektif dengan unsur tokoh agama. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penting dalam menghadirkan pembinaan yang lebih menyeluruh di lingkungan pemasyarakatan.
Kalapas Tanjungbalai Asahan Refin menegaskan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga mencakup penguatan mental, moral, dan nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, kolaborasi dengan tokoh agama menjadi kunci dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan berdampak positif bagi warga binaan.
“Sinergi ini merupakan langkah nyata dalam menghadirkan pembinaan yang lebih bermakna. Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal spiritual dan moral agar dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Silaturahmi tersebut sekaligus mempertegas komitmen Lapas Tanjungbalai Asahan dalam menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat, khususnya dalam mendukung program pembinaan keagamaan yang terarah dan berkelanjutan.
Ketua MUI Kota Tanjungbalai Ust Ardiansyah Lubis menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkontribusi aktif dalam pembinaan spiritual di dalam lapas. Ia menilai, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membantu warga binaan memperbaiki diri.
“Kami siap mendukung program pembinaan keagamaan di lapas. Ini merupakan tanggung jawab bersama agar warga binaan memiliki kesempatan untuk berubah dan kembali ke masyarakat dengan nilai-nilai yang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, Lapas Tanjungbalai Asahan menegaskan bahwa pemasyarakatan bukan sekadar menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga membangun kerja sama nyata dengan berbagai elemen strategis. Tujuannya adalah menciptakan sistem pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berkelanjutan.
Dengan semangat “Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat”, langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang luas, baik bagi warga binaan maupun masyarakat secara umum, tutup Ketua MUI.
Reporter ] Andika












