Keterangan gambar: Kepala Sekolah SDIT Regah dengan pendiri yayasan Refah berfoto dengan anak-anak didiki usai memberikan hadiah di acara wisuda, pentas seni Qurani.
KOTAPINANG, goresnews.com Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Refah menggelar Wisuda Tahfiz Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan Al-Qur’an Tahrib Ramadan dan pentas seni pada 26 Sya’ban 1447 H, Sabtu (14/02/2026).
Kegiatan yang mengusung dengan membludaknya orang tua siswa siswi beserta famili yang ikut menyaksikan acara haflah bertema “Menjadikan Al-Qur’an sebagai Cahaya Peradaban dalam Membentuk Generasi Qur’ani” ini berlangsung khidmat di Aula Grand Suma Sudi Mampir, Desa Sisumut, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Kepala SDIT Refah, Ustazah Musrifah, menyampaikan bahwa sebanyak 123 siswa diwisuda dari total 273 peserta didik yang menempuh pendidikan tahfiz di sekolah tersebut. Ia menegaskan, pembinaan Al-Qur’an menjadi prioritas utama dalam sistem pendidikan SDIT Refah.
Setiap hari, mulai pukul 10.15 WIB hingga selesai, para siswa dibimbing untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an melalui kegiatan membaca, menghafal, dan murajaah.
Menurutnya, khusus untuk siswa kelas VI, sekolah menargetkan 75 hingga 85 persen sudah mampu menghafal minimal tiga juz dan menyetorkan hafalannya dengan baik. “Al-Qur’an adalah fondasi utama dalam membina karakter anak-anak.
Hafalan tidak cukup sekali, harus terus diulang. Seperti pepatah, lancar karena sering dikaji dan diulang,” ujarnya di hadapan para orang tua dan undangan.
Ia juga menjelaskan, pembiasaan menghafal dilakukan secara bertahap agar siswa terlatih menjaga hafalan dan memiliki tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan guru. Bahkan, terdapat siswa yang mampu menyelesaikan hafalan tiga juz dengan baik.
Selain prosesi wisuda tahfiz, acara juga diisi dengan pentas seni sebagai ajang unjuk kreativitas dan melatih mental anak-anak tampil percaya diri di depan umum.
Koordinator Wilayah (Korwil) SD Kecamatan, Timbul Armar Khotib Harahap, S.Pd., turut memberikan apresiasi atas konsistensi SDIT Refah dalam membina pendidikan berbasis Al-Qur’an.
Disebutkan, dari empat SD swasta di Labuhanbatu Selatan, SDIT Refah aktif hadir dan berpartisipasi dalam berbagai rapat koordinasi pendidikan di tingkat kecamatan.
Salah satu siswa kelas IV, Naufal, mengungkapkan rasa bangganya dapat mengikuti haflah dan wisuda tahfiz. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi penyemangat bagi para penghafal Al-Qur’an untuk terus memperbaiki diri dan mempererat silaturahmi.
“Hari ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga hafalan dan memperbaiki akhlak,” ucapnya.
Rasa haru juga disampaikan Ikhwan Daulay, orang tua siswa yang diwisuda hafalan Juz 29. Ia mengaku bangga anaknya yang masih duduk di kelas IV telah mampu menghafal satu juz dengan baik. “Kalau hanya mengandalkan saya sebagai orang tua, mungkin tidak akan mampu membimbing seperti ini.
Sejak sekolah di SDIT Refah, hafalan dari sekolah selalu diulang di rumah. Tidak ada hukuman fisik, tetapi jika belum hafal, justru ditambah hafalan agar anak lebih bertanggung jawab,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, SDIT Refah berharap dapat terus melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga berakhlak mulia dan berprestasi, menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam membangun peradaban yang lebih baik.
Reporter] Fatir.












