Keterangan gambar: Buggy Car saat pemberian hibah dari PTPN III Sisumut kepada Pemkab Labusel dan diterima Hery Wahyudi saat itu Sekda Labusel.
KOTAPINANG, goresnews.com keberadaan satu unit Buggy Car yang disebut sebagai aset Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) kini menjadi sorotan.
Kendaraan tersebut sebelumnya diperuntukkan bagi pelayanan masyarakat, khususnya untuk membantu antar-jemput warga yang mengurus administrasi kependudukan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Labusel.
Namun, kendaraan tersebut kini tidak diketahui keberadaannya. Informasi yang dihimpun menyebutkan, Buggy Car tersebut pernah dipinjam oleh mantan Bupati Labusel untuk digunakan saat pesta di kediamannya dan hingga kini disebut belum dikembalikan ke pihak Disdukcapil.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Kepala Disdukcapil Labusel Asmamu Harahap yang baru beberapa bulan menjabat mengatakan akan menanyakan persoalan tersebut kepada pengurus barang sebelumnya. Ia juga mengarahkan agar informasi lebih lanjut dikonfirmasi kepada pengurus barang yang saat ini menjabat sebagai bendahara Disdukcapil, Zulpan, Selasa (11/8/2026).
Zulpan menjelaskan, Buggy Car tersebut memang pernah diberikan Pemkab kepada Disdukcapil. Namun, menurutnya, tidak terdapat surat serah terima yang menjadi dasar administrasi penyerahan aset tersebut kepada Disdukcapil.
Ia juga menyebutkan bahwa kendaraan tersebut pernah dipinjam oleh mantan Bupati Labusel saat menggelar pesta di rumahnya. Persoalannya, hingga kini kendaraan tersebut disebut belum kembali ke Disdukcapil.
“Mantan Bupati meminjam Buggy Car saat pesta di rumahnya, namun sampai sekarang tidak dipulangkan,” tegas Zulpan.
Menurut Zulpan, pihaknya bahkan pernah berupaya meminta kembali kendaraan tersebut bersama tim dari Bagian Umum dan pihak terkait lainnya. Namun, upaya tersebut disebut belum membuahkan hasil.
“Sudah pernah kita minta. Saat itu kami bersama tim Kabag Umum dan yang lain, tetapi mereka tidak memberikannya,” ujar Zulpan dengan nada kesal.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi mengenai keberadaan Buggy Car tersebut, mantan Bupati Labusel membantah kendaraan itu berada dalam penguasaannya. Melalui sambungan seluler, ia mempertanyakan dasar tudingan tersebut.
“Nggak ada sama saya itu. Banyak mobil saya, tronton pun ada. Kalau mereka bilang ada sama saya, mana bukti serah terima Buggy Car itu sama saya?” bantahnya.
Munculnya persoalan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai status, administrasi, serta keberadaan aset daerah tersebut. Apalagi kendaraan itu disebut diperuntukkan bagi kepentingan pelayanan masyarakat.
Untuk itu, kejelasan mengenai siapa yang terakhir menguasai Buggy Car, dasar peminjaman, serta ada atau tidaknya dokumen serah terima menjadi penting agar keberadaan aset Pemkab Labusel tersebut tidak terus menjadi tanda tanya.
Reporter] Eri.












