Keterangan gambar: Ketua PWI Labuhanbatu Erni Manja bersama dua anak yang masuk sekolah didampingi Ibu Kadis Pendidikan Labuhanbatu
LABUHANBATU, goresnews.com kepedulian terhadap pendidikan anak terus ditunjukkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Labuhanbatu. Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait anak-anak yang tidak lagi bersekolah, Ketua PWI Labuhanbatu Erni Manja Hasibuan bergerak cepat berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dan sejumlah dinas terkait.
Langkah tersebut mendapat respons positif dari Bupati Labuhanbatu Hj. Maya Hasmita. Melalui Dinas Pendidikan, tiga anak dari keluarga yang membutuhkan akhirnya mendapat kesempatan untuk kembali mengenyam pendidikan dan mengejar cita-citanya.
Erni Manja Hasibuan, Rabu (23/09/2026) mengatakan, informasi mengenai adanya anak yang putus sekolah tersebut diterima dari masyarakat dan langsung kita ditindaklanjuti dengan berkoordinasi kepada dinas terkait. Ia mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang dipimpin Hj Maya Hasmita yang ikut membantu mencarikan solusi agar anak-anak tersebut dapat kembali bersekolah.
“Alhamdulillah, laporan dari masyarakat langsung kami tindak lanjuti. Ibu Bupati juga merespons dengan baik. Ini merupakan bentuk amal dan kepedulian bersama agar anak-anak yang kurang mampu tetap mendapatkan haknya untuk bersekolah,” ujar Erni.
Sementara itu, Dinas Pendidikan memberikan fasilitas pendidikan kepada tiga anak tersebut. Tiga anak dari kepala keluarga Zainul Siregar sebagai ayah dan Sartika Dewi sebagai ibu selalu bersabar, dengan kondisi suaminya yang sedang sakit tidak bisa melihat. Alhamdulillah tiga anak kami kembali mengikuti pembelajaran satu melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) untuk siabangan berusia 11 tahun masuk ke kelas V, sedangkan untuk dua adiknya yang masing-masing berusia 9 dan 7 tahun masuk kelas I Sekolah Dasar (SD).
Tak hanya pendidikan, persoalan administrasi kependudukan juga menjadi perhatian. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) membantu melengkapi administrasi kependudukan orang tua dan anak. Selanjutnya, Dinas Sosial turut berkolaborasi untuk mengupayakan agar keluarga tersebut dapat memperoleh bantuan sosial sesuai dengan ketentuan dan data yang dimiliki.
Erni menegaskan, PWI Labuhanbatu tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga berupaya hadir di tengah masyarakat ketika menemukan persoalan yang menyangkut kepentingan anak dan pendidikan.
“Saya berharap di Indonesia tidak ada lagi anak-anak yang tidak bersekolah. Saya sebagai Ketua PWI akan tetap berupaya membantu anak-anak yang membutuhkan, sehingga mereka dapat kembali belajar dan menggapai cita-citanya,” tegas Erni, yang juga berprofesi sebagai dosen.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap masa depan anak membutuhkan kerja bersama. PWI Labuhanbatu membuka informasi dari masyarakat, pemerintah melalui dinas terkait memberikan solusi, sementara keluarga kembali mendapatkan kesempatan untuk memastikan anak-anaknya memperoleh pendidikan.
Reporter] Rozi












