Daerah  

Haru…! Dansatgas TMMD Bantu Tukirin dan Istri Urus KK-KTP “TNI Harus Hadir untuk Rakyat”.

Keterangan gambar: Satgas TMMD membantu Tukirin dan Kamira membuat identidas kependudukan ke didukcapil Labusel.

AEK BATU, goresnews.com kebahagiaan dan haru menyelimuti Tukirin (78) bersama istrinya, Kamira, ketika personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Kabupaten Labuhanbatu Selatan membantu mengurus administrasi kependudukan mereka. Di tengah pelaksanaan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), kepedulian prajurit TNI ternyata tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Pasangan lanjut usia tersebut diketahui telah memiliki Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun, data kependudukan mereka tidak tersinkronisasi dengan sistem server Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), sehingga dokumen tersebut belum dapat digunakan sebagaimana mestinya. Kondisi itu menjadi perhatian personel Satgas TMMD yang bertugas di lapangan.

Mengetahui persoalan tersebut, Dansatgas TMMD ke-130 Labusel, Letkol Kav. Hanung Kaptiaji, langsung menginstruksikan anggotanya agar membantu Tukirin dan istrinya menyelesaikan persoalan administrasi kependudukan hingga dokumen mereka dapat digunakan secara daring.

“Saya mendapat laporan dari personel bahwa Pak Tukirin dan istrinya memiliki KK dan KTP, tetapi datanya tidak terkoneksi dengan server Disdukcapil. Saya langsung sampaikan agar dibantu sampai administrasi kependudukan mereka benar-benar bisa digunakan. Saya ingin masyarakat merasakan bahwa TNI hadir sebagai penolong rakyat,” ujar Hanung.

Saat dikonfirmasi media, Jumat (16/10/2026), Dansatgas TMMD Ke-130 Labusel Letkol Kav. Hanung Kaptiaji membenarkan bahwa personelnya sedang membantu proses pengurusan KK dan KTP pasangan lansia tersebut. Ia mengaku prihatin setelah mengetahui masih ada warga yang mengalami kendala sinkronisasi data kependudukan hingga kesulitan mengakses bantuan pemerintah.

“Terus terang, saya merasa sedih ketika mendengar masih ada warga lanjut usia yang identitas kependudukannya belum sinkron. Padahal, administrasi seperti KK dan KTP sangat penting untuk mengakses berbagai pelayanan publik, termasuk bantuan pemerintah. Karena itu, saya langsung mengontrol proses pengurusannya agar hak administrasi mereka dapat terpenuhi seperti masyarakat lainnya,” ungkapnya.

Menurut Hanung, kehadiran TMMD bukan semata-mata membangun rumah, memperbaiki infrastruktur, atau mengerjakan sasaran fisik lainnya. Lebih dari itu, program tersebut harus mampu menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat, terutama warga yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.

Bagi Tukirin dan Kamira, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang berarti. Di usia senja, ketika mengurus persoalan administrasi bisa menjadi tantangan tersendiri, kehadiran prajurit TNI memberikan harapan agar mereka dapat kembali memiliki dokumen kependudukan yang berfungsi sebagaimana mestinya.

Hanung juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Asmamu Harahap, atas dukungan dan keterlibatannya dalam membantu penyelesaian persoalan administrasi warga tersebut. Ia berharap sinergi antara TNI dan pemerintah daerah terus diperkuat agar program TMMD benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke pelosok desa.

Melalui kepedulian terhadap Tukirin dan Kamira, Satgas TMMD ke-130 Labusel menunjukkan bahwa pengabdian kepada rakyat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan rumah yang layak, tetapi juga dengan membantu masyarakat memperoleh pelayanan administrasi yang dibutuhkan. Semangat itu sejalan dengan tema TMMD, “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.”

Reporter] Sobri-CS.