Berita  

15 Tahun Menjanda, Jualan Sayur Jadi Tumpuan Hidup, Kini Dorima Bisa Tidur Tenang Berkat TNI.

Keterangan gambar: Penanggung jawab pembagunan Serma Ngadino, prihatin dengan Ibu Dorima br Marbun.
CIKAMPAK, goresnews.com di usia 68 tahun, Dorima br Marbun masih harus berjuang sendiri demi menyambung hidup. Selama 15 tahun ditinggal wafat suaminya, perempuan dengan 10 anak, terdiri dari enam laki-laki dan empat perempuan itu, bertahan hidup dengan berjualan sayuran di Pajak Cikampak. Di tengah usia yang semakin senja, rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru tak lagi memberikan rasa aman.
Dorima mengaku, perjalanan hidupnya tidak mudah. Meski telah membesarkan 10 anak, ia merasa harus tetap berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Anak-anaknya kini sibuk dengan kehidupan masing-masing, sementara dirinya terus berusaha bertahan dengan penghasilan dari berjualan sayur.
“Sebetulnya, kalau mengingat kehidupan saya, rasanya sedih. Saya punya 10 anak, tetapi sekarang mereka sibuk dengan kehidupan masing-masing. Saya tetap berusaha mencari nafkah sendiri,” ungkap Dorima dengan nada haru.
Penderitaannya semakin terasa ketika hujan turun. Rumahnya yang rapuh dan bocor memaksanya mengungsi ke rumah tetangga agar terhindar dari hujan. Namun, harapan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak akhirnya datang melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TMMD Ke-130 Tahun 2026 di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
“Impian saya akhirnya terkabul. Terima kasih kepada TNI yang telah membantu memperbaiki rumah saya. Dulu kalau hujan, rumah bocor di mana-mana dan saya terpaksa mengungsi ke rumah tetangga. Semoga setelah diperbaiki, saya bisa tinggal lebih tenang,” tuturnya penuh syukur.
Serma Ngadino, anggota Kodim 0209/LB yang bertanggung jawab atas pengerjaan rumah tersebut, Sabtu (17/10/2026) dilokasi Cikampak Pekan menjelaskan bahwa kondisi bangunan memang memprihatinkan.
Atap bocor, dinding rapuh, serta tiang yang perlu diperkuat membuat rumah itu tidak cukup aman untuk ditempati, terutama saat hujan deras dan angin kencang.
Dalam empat hari pengerjaan, personel Satgas TMMD merehabilitasi rumah semi permanen tersebut dengan memperkuat tiang dan rangka menggunakan broti serta mengganti bagian dinding dengan papan GRC (Glassfiber Reinforced Concrete). Perbaikan itu dilakukan agar rumah Dorima menjadi lebih kokoh dan layak digunakan sebagai tempat berlindung.
Br Gurning (52), warga yang tinggal di depan rumah Dorima, mengaku prihatin melihat perjuangan perempuan lanjut usia itu. Menurutnya, Dorima masih harus berjualan di Pajak Cikampak untuk memenuhi kebutuhan hidup meski usianya sudah senja.
“Kasihan Namboru itu. Di usianya sekarang, beliau masih harus berjualan untuk makan sehari-hari. Saya bersyukur rumahnya mendapat bantuan RTLH dari TNI melalui program TMMD tahun ini,” ujar Gurning.
Sementara itu, Dansatgas TMMD Ke-130, Letkol Kav. Hanung Kaptiaji, menegaskan kepada personel agar mengerjakan setiap sasaran RTLH dengan sebaik-baiknya.
Ia berharap rumah yang telah diperbaiki benar-benar memberikan manfaat bagi penerima, sehingga masyarakat memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman. Bagi Dorima, bantuan tersebut bukan sekadar perbaikan bangunan, melainkan harapan baru untuk menjalani hari tua dengan lebih tenang.
Reporter] Sobri-CS.