80 Tahun Merdeka, Labusel Masih Tenggelam dalam Kubangan”

KOTAPINANG, goresnews.com Ironi mewarnai perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Di tengah gegap gempita bendera merah putih yang berkibar dari penjuru lapangan Santun Berkata Bijak Berkarya (SBBK), pemandangan memalukan justru terpampang jelas dipinggiran jalan lintas berlubang dan dipenuhi kubangan air padahal kubangan tersebut di jantung kota.

Potret 80 tahun kemerdekaan, kubangan menjadi percikan pemandangan dari wajah Labusel (foto-Chan)

Tepat di depan kawasan SBBK, Jalan Bukit, Lingkungan Simaninggir, genangan air dan lubang-lubang menganga menjadi potret nyata dari buruknya perhatian pemerintah terhadap fasilitas publik. Di momen yang seharusnya menjadi simbol kemajuan dan kemandirian bangsa, wajah Labusel justru tampak muram tenggelam dalam kubangan ketidakpedulian.

Sekretaris DPC Lembaga Anti Narkotika (LAN) Labuhanbatu Selatan, Nurhabibah Batubara, angkat suara. Ia menyayangkan lemahnya tanggung jawab pemerintah daerah. Meski jalan tersebut berstatus jalan provinsi, Pemkab Labusel dinilai tetap bisa mengambil peran untuk memperbaiki kerusakan yang begitu mencolok dan mengganggu kenyamanan warga.

“Apa salahnya Pemkab mengambil inisiatif menutup dan memperbaiki kubangan itu? Toh kalau dibuat cantik, kawasan SBBK bisa jadi tempat prioritas masyarakat bersantai di sore hari,” tegas Bibah.

Bibah juga menyampaikan bahwa sebagai warga sekaligus Sekretaris LAN, ia berharap Pemkab tidak terus menerus bersembunyi di balik alasan kewenangan. Bukankah spirit kemerdekaan justru lahir dari keberanian mengambil inisiatif demi kepentingan rakyat?

Di usia kemerdekaan yang ke-80, rakyat tak butuh seremoni meriah semata. Mereka butuh bukti: bahwa pemerintah hadir, peduli, dan bekerja. Sayangnya, di Labusel, semangat itu masih tergenang bersama air yang mengisi lubang-lubang di depan kantor kebanggaan kota.

Reporter] Doli-CS

Editor – redaksi.