TORGAMBA, goresnews.com – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penegak Hak Asasi Manusia (AMPHAM), Pemuda Berani Aksi (Pembersi), serta Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPPolri) Resor Labuhanbatu Selatan bersama masyarakat dan sejumlah karyawan mendatangi Kantor PT. Perkebunan Milano Sei Daun Estate, Kecamatan Torgamba, Kamis (04/09/2025).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Mendesak yang dinilai diskriminatif, salah satunya menimpa Junier Lumbantoruan, karyawan senior yang telah mengabdi lebih dari 24 tahun 8 bulan dengan jabatan SSL Sr Asst Supervisor (Humas).
Junier Lumbantoruan saat orasi di depan pintu masuk PT. Perkebunan Milano (foto-ivn)
Junier dituduh melakukan pungutan liar terkait dana apresiasi perusahaan yang diberikan kepada Satpam dan masyarakat yang membantu mengungkap kasus pencurian di perkebunan Wilmar Group sejak tahun 2015. Massa menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan sarat dengan rekayasa.
Situasi sempat memanas ketika satpam enggan membuka portal masuk meski sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan pihak perusahaan. Adu dorong antara satpam dan massa aksi pun yang dikomandoi Ketua KBPPPolri terjadi, namun berhasil diredam oleh Kapolsek Torgamba, AKP Syamsul Adhar, bersama jajaran Polres Labusel.
Dalam orasi, Ketua Pembersi David dan Ketua KBPP Polri Candra Siregar mendesak pihak PT. Milano segera memberikan kejelasan atas tuntutan mereka. Delegasi perwakilan massa kemudian melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan, yang dihadiri HRR PT. Milano, Ujang Supriatna.
Namun, Ujang yang baru bertugas sekitar dua bulan menyatakan masih membutuhkan waktu untuk menyampaikan tuntutan massa kepada pimpinan pusat di Jakarta.
“Izin, saya akan sampaikan dan meminta waktu membicarakan tuntutan ini dengan atasan,” ujar Ujang dalam pertemuan.
Menanggapi hal tersebut, David menegaskan bahwa pihaknya menunggu jawaban resmi dalam waktu dekat. Jika tidak ada hasil hingga pekan ini, massa mengancam akan kembali turun dengan jumlah yang lebih besar.
Aksi demonstrasi yang berlangsung sekira pukul 13.30 WIB sampai 18.30 WIB akhirnya berjalan tertib, aman, dan terkendali berkat pengawalan ketat Polsek Torgamba dibantu Kabag Ops, Kasat Intel Polres, serta personel gabungan Polsek dan Polres Labusel.
Reporter] Doli-CS












