Keterangan gambar: Mentri ATRBPN Nusron Wahid secara resmi buka Ibadah dan Perayaan Natal Keluarga Besar Persekutuan Umat Kristiani Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Tahun 2025 secara daring melalui Zoom Meeting se-Indonesia.
LABUHANBATU SELATAN, goresnews.com pelaksana tugas tata usaha Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu Selatan Rida Satriani Purba turut mengikuti Ibadah dan Perayaan Natal Keluarga Besar Persekutuan Umat Kristiani Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Tahun 2025 secara daring melalui Zoom Meeting.
Rida mengatakan pada media Ahad (21/12/2025) melalui selullernya, walaupun di hari libur kita dari kantor pertanahan terus update dalam ikuti kegiatan dari pusat.
Dalam ibadah dan perayaan Natal tersebut secara resmi dibuka oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, ungkapnya
Keterangan Gambar: Plt TU Rida Santriani Purba serius ikuti zoom se-Indonesia Ibadah dan Perayaan Natal Keluarga Besar Persekutuan Umat Kristiani Kementerian Agraria dibuka mentri ATRBPN.
Dalam sambutannya, Menteri Nusron menegaskan pentingnya menjadikan esensi ajaran agama sebagai landasan utama dalam bekerja, bersikap, dan melayani masyarakat, khususnya di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Perayaan Natal Kementerian ATR/BPN Tahun 2025 mengusung tema, “Kelahiran Yesus Kristus menguatkan Keluarga Besar Kementerian ATR/BPN dalam mewujudkan pelayanan di bidang pertanahan dan tata ruang menuju Indonesia Maju dan Sejahtera.” Tema ini menegaskan komitmen insan ATR/BPN untuk memperkuat nilai spiritualitas sebagai fondasi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Makna Natal 2025 bagi keluarga besar Kementerian ATR/BPN berfokus pada penguatan iman dan nilai-nilai kemanusiaan yang diharapkan mampu mendorong profesionalisme, integritas, serta empati dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan kepada masyarakat.
Berdasarkan arahan Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, makna Natal tahun ini bagi insan BPN mencakup beberapa poin penting. Pertama, spirit dalam bekerja, di mana Natal dijadikan momentum refleksi diri untuk menjadikan ajaran agama sebagai sumber semangat dalam melayani masyarakat. Kedua, esensi kemanusiaan, yang menekankan nilai saling menolong tanpa diskriminasi sebagai inti ajaran agama dalam setiap kebijakan publik, khususnya di sektor pertanahan.
Selain itu, perayaan Natal juga menitik beratkan pada penguatan keluarga, sejalan dengan tema Natal Nasional PGI–KWI Tahun 2025, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, guna mempererat kebersamaan dan soliditas keluarga besar Kementerian ATR/BPN.
Sebagai wujud nyata pelayanan, refleksi Natal diwujudkan melalui aksi konkret seperti penyerahan sertipikat tanah untuk rumah ibadah dan yayasan Kristiani, serta pemberian bantuan kepada putra-putri pegawai berprestasi.
Melalui perayaan Natal ini, Kantah Labusel diharapkan semakin memperkuat nilai spiritualitas, kemanusiaan, dan kebersamaan dalam mendukung terwujudnya pelayanan pertanahan dan tata ruang yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, tutup boru Purba.
Reporter] Eri-Rid












