Aula SBBK Bergetar! Baku Tumbuk Volume I Meledak, Fighter Adu Nyali Tanpa Cela.

Keterangan gambar: Puluhan personil panitia Baku Tumbuk Volume I, berikan yel-yel sukses di ivent perdana di aula SBBK lantai dua. “kita tunggu Batu Tumbuk Volume II”.

 

KOTAPINANG, goresnews.com Aula SBBK Kotapinang bergemuruh saat Baku Tumbuk Volume I resmi digelar dan sukses besar. Event adu nyali ini menyedot antusiasme masyarakat yang memadati arena untuk menyaksikan pertarungan sengit para fighter lintas daerah, Sabtu 1 Februari 2026.

Event ini diprakarsai Sasana KBPP Polri Sektor Kotapinang di bawah asuhan Coach Wahyu Ihsan Siregar, dan Fadlan Ketua Tarung Drajat dengan pembinaan langsung dari PERTINA Labuhanbatu Selatan.

Sejak awal, Baku Tumbuk tak sekadar tontonan tapi panggung pembuktian mental, teknik, dan sportivitas petarung muda. Ketua Panitia, Wahyu Ihsan Siregar mengungkapkan bahwa event ini digodok serius selama enam bulan.

“Kami rancang matang bersama Bang Fadlan, Ketua Tarung Derajat Labusel, peraih medali PON Aceh–Sumut, serta rekan-rekan lainnya,” tegasnya.

Awalnya hanya uji nyali lewat media sosial. Namun respons publik di luar dugaan. “Postingan kami langsung dibanjiri komentar, ‘bang, tanggal berapa tandingnya?’ Itu jadi bensin semangat kami,” ujar Wahyu.

Setelah koordinasi matang dan promosi gencar lewat Facebook, Instagram, Twitter, dan media sosial lainnya, Baku Tumbuk Volume I resmi digelar 1 Februari 2026. Hasilnya lancar, terkendali, tanpa kendala sedikit pun.

Tak hanya itu, fighter dari luar daerah pun kembali ke kediaman masing-masing dengan aman. “Mereka bahkan mengabari di grup Baku Tumbuk yang kita buat bahwa sudah sampai dengan selamat. Ini bukti event kami tertib dan profesional,” tambah Wahyu.

Panitia pun langsung melempar tantangan lanjutan. “Kami tunggu fighter-fighter terbaik di Baku Tumbuk Volume II. Bahkan bisa request calon lawan dua bulan sebelum event,” tantangnya.

Di tempat terpisah, Ketua PERTINA Labusel, Candra M. Siregar, Selasa (03/02/2026), menyatakan dukungan penuh. “Sebagai Ketua PERTINA, saya menyambut baik kegiatan positif ini. Kami menaungi anak-anak muda untuk bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas, jujur, dan penuh hormat terhadap lawan,” tegasnya.

Ia juga mendesak pemerintah agar tidak tutup mata. “Kami berharap dukungan nyata, termasuk percepatan pembangunan Gedung Olahraga (GOR). Ini penting agar energi positif anak muda tersalurkan, jauh dari narkoba dan tawuran,” pungkasnya.

Baku Tumbuk bukan sekadar adu pukul, tapi perlawanan terhadap narkoba dan stagnasi prestasi. Volume I sudah membuktikan siapkah Volume II lebih panas dan bergengsi, tutupnya.

Reporter] Eri.