Borok Pemborosan di Tubuh PLN, Renovasi Mewah & Kamar Rahasia Dirut Bernilai Miliaran

Jakarta – Slogan efisiensi yang digaungkan Presiden Terpilih Prabowo Subianto melalui program Asta Cita seolah tak berlaku di tubuh PT PLN (Persero). Alih-alih berhemat, BUMN energi ini justru diduga terlibat dalam gelombang pemborosan masif yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.

Ironisnya, praktik pemborosan ini muncul di tengah situasi pelik, sulitnya PLN menagih tunggakan dari pelanggan rumah tangga akibat tekanan ekonomi yang kian berat.

Tak sekadar rumor, tim investigasi menemukan berbagai kejanggalan proyek di internal PLN, mulai dari renovasi basement parkiran hingga pembangunan kamar rahasia untuk Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

Renovasi dimulai dari basement parkir yang diperuntukkan khusus bagi Dirut dan jajaran EVP (Executive Vice President). Proyek ini menggunakan lapisan epoxy coating dengan harga berkisar antara Rp. 60.000 hingga Rp. 500.000 per meter persegi. Meski secara teknis epoxy meningkatkan daya tahan lantai, dalam kondisi keuangan dan ekonomi yang sedang lesu, proyek ini menimbulkan banyak tanda tanya.

Tak hanya itu, renovasi juga mencakup pemasangan lampu taman dan pembaruan tiga ruang rapat di lantai 16 Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, serta di Wisma Tirtayasa 99.

Yang paling mencengangkan adalah pembangunan kamar pribadi Dirut di Wisma Tirtayasa. Kamar ini didesain kedap suara dan anti-sadap, bak fasilitas VIP hotel berbintang lima. Sementara di lantai 16 kantor PLN, turut dibangun lapangan bulu tangkis, ruang ganti lengkap dengan kasur untuk Dirut, serta kamar ganti EVP TCO.

“Infonya proyek itu direkam dan diarahkan langsung oleh Pak Dirut,” ungkap sumber internal PLN yang enggan disebutkan namanya, Senin (05/05/2025).

Nilai proyek yang disebut-sebut mencapai puluhan miliar rupiah ini. Menurut sumber, proyek dikerjakan tanpa tender. Modusnya dibagi dalam beberapa paket kecil agar bisa lolos sebagai penunjukan langsung.

Peran besar juga dimainkan oleh EVP Umum PLN, Arsyadani Ghana Akmalaputri. Wanita yang dikenal luas di internal PLN ini disebut punya pengaruh besar, berkat kedekatannya dengan sang Dirut.

“Semua kebijakan Arsya selalu disetujui Dirut. Khabarnya ia berhasil melambungkan jabatan suaminya jauh di atas jenjang yang seharusnya,” ujar sumber.

Disebutkan suaminya, Rahmad Mulia sebelumnya hanya menjabat sebagai Manager Sub Bidang (MSB) di PLN UIP Jatim. Namun kini, langsung melesat ke jabatan strategis SRM KKU di PLN UID Banten, tanpa mengikuti tahapan karier yang normal.

“Kalau sesuai prosedur, dia harusnya naik jadi manajer unit dulu. Tapi ini langsung dua tingkat. Memang luar biasa pengaruh Bu Arsya,” sindir sumber itu lagi.

Reporter] tim