Dua Rumah dan Dua Mobil Sasaran Amukan Massa.

Sei Kanan, goresnews.com genjar-gencarnya nya ke Polisian disetiap Polsek, Polres melakukan giat patroli ke setiap Dusun, Kampung dan kegiatan tersebut diuplod disosial media dalam pemberitaan di salah satu media online guna memutus mata rantai penyakit masyarakat serta tindakan kejahatan terkhusus spesialis pencuri Tandanan Buah Segar (TBS) baik itu punya masyarakat maupun perkebunan.
Namun patroli-patroli yang dilaksanakan pihak kepolisian tidak membekas dan tak berpengaruh bagi sipelaku pencurian dengan artian mereka tidak takut, diperkirakan sipencuri yang lebih update terus memantau jejak dan waktu setiap kegiatan patroli rutin kepolisian tersebut.
Seperti yang terjadi di Desa Sabungan, maraknya pencurian TBS dikebun warga yang membuat gerah masyarakat dan menjadikan masyarakat nekat.
Naas bagi sipencuri sawit yang sering disebut-sebut masyarakat sebagai ninja sawit, didatangi warga beramai-ramai kekediaman pencuri sawit tersebut, yang kebetulan tidak begitu jauh dari perumahan warga.
Amarah ratusan warga Desa Sabungan, Kecamatan Sei Kanan yang tak terbendung dan membakar dua unit rumah dan dua unit mobil yang diduga milik pencuri sawit tersebut sekira jam 09.00 WIB
Kepala Dusun (Kadus) Suka Makmur Jasmen Anggasana menjelaskan kepada media kemarahan warga dipicu dengan seringnya hilang TBS dikebun mereka. Dan warga berbondong-bondong mendatangi yang diduga ninja sawit tersebut, sehingga terjadilah pembakaran dua mobil dan rumah, Rabu (02/10/2024)
Kepala Dusun Suka Makmur, Desa Sabungan Jasmen Anggasana (foto-tim)
Kronologi awal kata Kadus, kejadian itu berawal saat H. AS dan beberapa orang penjaga ladang melakukan penjagaan kebun sawit mereka.  Saat itu mereka  melihat pencuri sawit sedang beraksi, H. AS dan masyarakat memberanikan diri untuk mengusir pencuri itu terjafilah kejar-kejaran. Saat itu pencuri lari, namun larinya pencuri tersebut berarah guna memanggil kawanannya untuk melakukan penyerbuan kembali.
Ada sekira dua puluh (20) orang diduga dikomandoi AK dilengkapi senjata, baik senjata tajam maupun senapan, sedangkan masyarakat petani yang menjaga kebun tersebut  hanya lima (5) orang.
Bentrok antara  H. AS dan pelaku tidak terhindarkan, hingga mengakibatkan tangan H. AS terluka akibat tembakan senapan angin milik salah seorang pelaku.
Mengetahui kabar tersebut warga pun ramai-ramai mendatangi kantor Polsek Sei Kanan, guna melaporkan kejadian yang dialami warga tersebut.
Tak puas dengan jawaban polisi yang kerap lamban dalam menangani laporan warga terhadap kasus pencurian kelapa sawit, Warga kemudian mendatangi rumah milik terduga pelaku, hingga membakar dua unit rumah dan dua unit mobil pengangkut sawit milik terduga pelaku.
Sampai saat ini pihak kepolisian Polsek Sei Kanan terus melakukan penyelidikan dan kasus pencurian sawit yang mengakibatkan dua mobil dan dua rumah diduga milik pencuri sawit sudah ditangani pihak Polres Labuhanbatu Selatan.
Reporter] Regar