LABUHANBATU, goresnews.com Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Labuhanbatu Raya menyatakan penolakan keras terhadap rencana penyelenggaraan acara Disc Jockey (DJ) yang dijadwalkan berlangsung di GOR Rantauprapat pada Rabu, 23 Juli 2025 mendatang.
Dalam pernyataan resminya, HMI menilai acara musik semacam ini bukan sekadar hiburan, melainkan berpotensi menjadi ajang pesta bebas yang merusak moral generasi muda dan mengancam nilai-nilai sosial serta budaya masyarakat Labuhanbatu.
“Kami melihat kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang musik, tetapi sudah mengarah pada pesta kebebasan yang merusak akhlak dan nilai luhur anak bangsa,” tegas Aroma Syahputra, Sekretaris Umum HMI Cabang Labuhanbatu Raya, Selasa (01/07/2025).
Lebih lanjut, HMI menyampaikan kekhawatiran atas praktik-praktik negatif yang sering menyertai acara serupa, mulai dari konsumsi minuman keras, penyalahgunaan narkoba, hingga dugaan perilaku seks bebas.
HMI meminta pemerintah daerah untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret dalam menghentikan acara tersebut. Menurut mereka, penyelenggaraan acara seperti ini jelas bertentangan dengan visi kota yang menjunjung tinggi falsafah “Ika Bina Enpabolo”.
“Pemerintah harus peka terhadap keresahan masyarakat dan bertindak cepat menghentikan acara yang justru mencederai nilai-nilai keislaman dan budaya ketimuran kita, terkhusus untuk pihak kepolisian agar tidak memberi ijin pada acara tersebut,” ujar Aroma lagi.
HMI juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama umat Islam dan organisasi keagamaan, untuk bersama-sama menyuarakan penolakan terhadap acara DJ tersebut.
“Sebagai negara dengan mayoritas Muslim, Indonesia harus menjadi contoh dalam menjaga moralitas publik, bukan malah membiarkan budaya hedonis merasuki anak bangsa,” lanjutnya dengan tegas.
Penolakan HMI ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda yang dinilai semakin terancam oleh budaya luar yang tidak sesuai dengan norma dan etika bangsa. Mereka menegaskan akan terus mengawal isu ini dan menggalang dukungan masyarakat untuk membatalkan acara tersebut.
“Demi menjaga moral dan martabat bangsa, kami akan berdiri di garda terdepan menolak kegiatan yang mengancam tatanan sosial masyarakat Labuhanbatu dan Indonesia secara luas,” pungkas Aroma.
Reporter] Habib
Editor – redaksi1












