Jumat Bersih Serentak di Simaninggir, Sambut Harla ke-17 Pemkab Labusel

KOTAPINANG, goresnews.com dalam rangka menyambut Hari Lahir (Harla) ke-17 Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Pemkab Labusel), kegiatan Jumat Bersih Serentak (JBS) dilaksanakan serempak di lima kecamatan, termasuk di Lingkungan Simaninggir, Kecamatan Kotapinang, Jumat (18/07/2025)

Instruksi pelaksanaan JBS ini berasal dari Bupati Labuhanbatu Selatan sebagai wujud nyata semangat membangun dan merawat kampung tercinta. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat.

Kepala Lingkungan Simaninggir, Atan Sahroni Siregar, mengumumkan pelaksanaan Jumat Bersih melalui kegiatan perwiritan malam Jumat, merujuk pada Surat Camat Kotapinang Nomor: 138/96/Tapempelum/2025.

Kepling Simaninggir Atan Sahroni bersama Ketua FKDM Ramli Nasution di lokasi gotongroyong (foto-cand)

Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) sekaligus Ketua Perwiritan Malam Jumat Lingkungan Simaninggir, Ramli Nasution, menyambut baik gerakan ini dan mengajak seluruh anggota untuk ikut serta.

Berdasarkan hasil musyawarah antara Kepling Atan Sahroni dan Ramli Nasution bersama anggota perwiritan, ditetapkan tiga titik lokasi prioritas untuk gotong royong, Pembersihan duwiker yang tersumbat di Gang Pisang-Pisang dan sepanjang drainase depan Masjid Jami’, Pembersihan Musholla Simpang Tiga Bukit, Kawasan Pemakaman Umum Suka Mulia.

“Saya sendiri bertanggung jawab atas pembersihan duwiker dan drainase di depan Masjid Jami’, sementara Mushola ditangani Kepling Atan Sahroni, dan pemakaman oleh Bapak Ali Kasa. Ini bentuk komitmen kita bersama,” ujar Ramli.

Candra Siregar, salah satu anggota perwiritan, menyampaikan harapan kepada pemerintah daerah agar segera melakukan normalisasi drainase di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dari Simpang Tiga Bukit hingga Lingkungan Kampung Badage.

“Setiap musim hujan, air meluap dan menggenangi Jalan Perjuangan hingga setinggi paha orang dewasa karena saluran drainase tumpat. Air tertahan karena jalur tersebut merupakan dataran rendah,” jelas Candra.

Ia menambahkan bahwa lambannya aliran air memperparah genangan, dan masyarakat berharap ada aksi nyata dari instansi terkait, khususnya dari Bupati Labusel yang dikenal dengan semboyannya “Kita Bangun, Kita Jaga, dan Kita Rawat Kampung Kita Labusel.”

Reporter] Fathirr

Editor – redaksi1