SUMATRA UTARA, goresnews.com Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta PT Hutama Karya (Persero) membahas percepatan penyelesaian pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Binjai–Langsa, Senin (21/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah kendala yang masih dihadapi, terutama penyelesaian pengadaan tanah pada koridor Binjai–Pangkalan Brandan, termasuk lokasi akses Pangkalan Brandan. Penyelesaian persoalan tersebut dinilai penting agar pekerjaan konstruksi dapat berjalan optimal sesuai ketentuan dan kaidah teknis jalan tol.
Pertemuan dihadiri Kepala Staf Kepresidenan RI Dudung Abdurachman, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Plt. Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Fadjar Dwi Wishnuwardhani, Tenaga Ahli Utama Bidang Infrastruktur dan Agraria/Pertanahan Armindo Dos Santos Soares, Plt. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur sekaligus Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian Pekerjaan Umum Dedy Gunawan, Direktur Konsolidasi Tanah dan Pengembangan Pertanahan Trias Wiriahadi, serta Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan.
Kepala Staf Kepresidenan RI Dudung Abdurachman mendorong agar koridor Binjai–Pangkalan Brandan dapat memenuhi seluruh kaidah teknis jalan tol sebelum periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Langkah tersebut diperlukan untuk mendukung keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran pengguna jalan.
Selain koridor Binjai–Pangkalan Brandan, Kementerian Pekerjaan Umum juga meminta dukungan KSP untuk kelanjutan pembangunan ruas Pangkalan Brandan–Langsa. Sinergi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan badan usaha diperlukan agar berbagai persoalan pembangunan dapat ditangani secara terpadu.
Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menangani berbagai kendala di lapangan, termasuk aspek administrasi dan pengadaan tanah.
“Dukungan dan sinergi antar-pemangku kepentingan diperlukan agar penyelesaian konstruksi di lokasi tersebut dapat kami laksanakan sesuai kaidah teknis dan ketentuan yang berlaku,” ujar Iwan.
Jalan Tol Binjai–Langsa memiliki panjang sekitar 130,7 kilometer yang terbagi dalam lima seksi, yakni Binjai–Stabat, Stabat–Tanjung Pura, Tanjung Pura–Pangkalan Brandan, Pangkalan Brandan–Kuala Simpang, dan Kuala Simpang–Langsa.
Dari total koridor tersebut, sekitar 57,5 kilometer hingga Pangkalan Brandan telah beroperasi.
Sementara pembangunan menuju Kuala Simpang dan Langsa terus dipersiapkan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera dari Sumatera Utara menuju Aceh.
Jika tersambung hingga Langsa, ruas ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang serta jasa, sekaligus meningkatkan akses menuju berbagai pusat kegiatan ekonomi di sepanjang koridor Sumatera Utara–Aceh.
Reporter] TIM.












