Lembu tewas ditempat setelah mobil rush menabrak dan empat penumpang mobil rush luka-luka langsung dilarikan ke RSUD Kotapinang kejadian berlangsung sekira jam 13.30 WIB Desa Nagodang
Labusel, goresnews pasca kejadian hewan ternak lembu yang berkeliaran dijalan ditabrak pengendara mobil Avanza warna putih dari Cikampak menuju Rantuprapat di Jalinsum tepatnya penaikan jambur air Sei Rumbiya, Kecamatan Kotapinang
Beselang tiga hari kejadian sama terulang juga di Jalinsum Desa Perkebunan Nagodang, Kecamatan Kotapinang menewaskan hewan ternak tersebut dan empat penumpang terpaksa dirawat dengan luka serius di RSUD Kotapinang Jumat (05/08/2022)
Abdul Situmorang ketua IPK Labusel menerangkan diduga lembu menyebrang tiba-tiba, draver mobil toyota rush nopol BM 1187 PX terkejut dan hilang keseimbangan langsung menabrak lembu, seketika mobil rush berguling yang semestinya arah tujuan Langga Payung berbalik menjadi arah ke Kotapinang dengan posisi hewan lembu dibawah kepala mobil rush.
Anggota langsung angkat penumpang yang cedera kemobil saya serta mengantarnya ke Rumah Sakit Umum, sembari nunggu Polantas tiba di TKP anggota IPK membenahi material mobil yang berserakan serta atur kelancaran lalulintas, ungkap ketua IPK Labusel
Di RSUD Kotapinang drever Dedi Tampubolon (42) warga Bukit Tujuh Kecamatan Torgamba yang hendak berangkat menuju Tarutung terhalang dengan adanya kejadian ini.
Saya berharap bagi yang punya lembu agar mempertangung jawabkan kejadian ini, sebab hewan ternak bukan seharusnya berkeliaran di jalan raya melainkan hewan tersebut dikurung dan diberi makan.
Sekretaris pertanian dan perkebunan Erwin Lubis melalui seluller menyesalkan kejadian tersebut dan mengatakan seharus yang punya lembu menjaga serta memperhatikan saat menggembala lembunya, atau lembu tersebut jangan dilepas dikandang aja agar tidak berkeliaran.
“Gegara lembu berkeliaran dijalan nasional, pengendara jadi korban fisik dan kendaraanya rusak parah” kata sekjen
Saya berharap bagi yang punya hewan ternak lembu agar memperhatikan dan mengawasi lembu dengan serius, kalau sudah kejadian begini siapa yang bertangung jawab pasti tidak ada dengan artian yang punya hewan menghilang.
KadisHub Ahmad Sukri saat dikompirmasi tentang hewan ternak yang mati ditabrak mini bus menjelaskan Jalinsum adalah wewenang Dishub Provinsi namun begitupun kita akan surati Balai Pengelola Transfortasi Darat (BPTD) agar segera membuat rambu-rambu tentang hewan ternak yang berkeliaran di sepanjang jalan.
“Dengan adanya rambu-rambu tersebut pengendara yang melintas agar lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan kendaraanya” ungkap sukri
Kapolsek melalui Kanit Lantas AKP Tarjuki membenarkan kejadian hewan ternak ditabrak mobil, perkiraan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Sementara kendaraan kita amankan menunggu pemilik kendaraan sehat beserta tiga penumpangnya akhiri pembicaraan (Wahyu CS)












