Lida Rara Guncang Panggung Dipenutupan Hari Jadi Labusel Ke-16

Kotapinang, goresnews.com penutupan hari jadi Kabupaten Labuhanbatu Selatan ke-16 ditutup oleh wakil Bupati H Ahmad Padli Tanjung disaksikan ketua DPRD Ediy Parapat dan lebih kurang 10.000 masyarakat yang berkunjung memenuhi lapangan Marsipature Hutanabe (MHB) Jalan Bukit, Kelurahan Kotapinang Kamis (15/08/2024)

Wakil Bupati Labusel  H Ahmad Padli Tanjung saat penutupan Hari Jadi Labusel Ke-16 dipodium lapangan SBBK (foto-Ouel)

Padli mengatakan penutup hari jadi ke-16 Labusel kali ini dihibur artis liga indosiar Lida Rara, terimakasih pada masyarakat yang telah mempercayakan EO yang sudah dua kali menjadi EO di hari jadi Labusel.

Dilapangan tertangkap media maneger Lida Rara meminta kepada EO agar volume bass saund sistem dinaikan agar suara artis Rara saat bernanyi menghibur masyarakat Labusel lepas, agar tidak tertahan (suara dalam).

Namun diduga EO mengabaikannya sehingga suara artis Lida Rara tertanam seperti suara didalam gedung dengan artian tidak lepas/keluar membuat masyarakat kecewa dengan EO yang kurang aktif.

Begitu juga artis Kota Kisaran trio delais boy saat membawa lagu batak dengan suara tinggi, diduga sound tidak mampu menampung suara emas artis Kisaran tersebut, terkesan sound sistem dipaksakan.

Arman (21) warga Cikampak pengunjung diacara mengatakan sound sistem yang digunakan tidak layak disewa/pakai untuk acara sebesar gini, menurut saya sound yang digunakan bolehlah diacara pernikahan dikampung-kampung dengan artian seperti kibot biasa.

Pengambilan foto dari camera drown dimalam penutupan hati jadi Labusel Ke-16 di Lapangan SBBK (Foto-Ouel)

“Untuk apanya keh… EO dibayar mahal-mahal kalau suara sama seperti dengan suara kibot hajatan pernikan kampung-kampung” tegasnya.

Saat media menghubungi EO Rekson melalui pesan wasshap mengenai sound yang kurang, EO tidak membalas padahal sudah ceklis dua, sampai selesai hiburan tidak ada balasannya dari EO.

Jhon Fotra warga Kampung Raja Kotapinang malam penutupan mengatakan secara tegas agar tidak memakai EO yang sekarang dipakai, apalagi dihari-hari besar. Untuk apa anggaran besar dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah kalau hanya penampilan sound yang mewah namun bernada bantut.

Saya berharap kepada bapak Bupati defenitif sekaligus Bupati terpilih nantinya diperiode tahun 2024-2029 agar serius memperhatikan acara besar seperti hari jadi, karena acara tersebut langsung menyentuh ke masyarakat Labusel khususnya Kotapinang.

Masyarakat langsung menilai ada apa dengan kegiatan, langsung bercabang pikiran masyarakat entah kemana-mana, atau diduga jangan-jangan panitia kegiatan atau pemimpin yang memerintahkan seperti ini adanya.

Reporter] regar.