Jangan Sekadar Seremoni, Bank Sumut Dituntut Buktikan Layanan Nyata untuk Nasabah

Lokasi gedung yang sudah dibeli namun belum digunakan, saat ini difungsikan acara Sapa Purna Pensiun terlihat keterbatasan gedung Bank Sumut yang sekarang dipergunakan

 

KOTAPINANG, goresnews.com kegiatan “Sapa Pensiun” yang digelar Bank Sumut Cabang Kotapinang pada Selasa (05/05/2026) kembali menjadi panggung silaturahmi antara bank dan para nasabah pensiunan.

Mengusung tema “Pensiunan Sehat, Pensiunan Produktif, dan Pensiunan Bahagia”, agenda ini tampak meriah dan penuh keakraban.

Namun di balik kemasan seremonial yang hangat, sorotan publik justru mengarah pada persoalan klasik yang tak kunjung tuntas, kualitas pelayanan di kantor cabang yang dinilai belum sebanding dengan kebutuhan nasabah yang terus meningkat.

Keluhan bukan tanpa alasan. Area parkir yang sempit, keterbatasan bilik ATM, hingga kondisi ruang tunggu yang padat dan membuat nasabah harus berdesakan, berdiri nunggu antian, menunggu dua petugas teller siap urusi nasabah ini menjadi potret nyata yang setiap hari dirasakan masyarakat. Waktu antrean yang panjang pun kian mempertegas bahwa persoalan pelayanan masih jauh dari kata ideal.

Ironisnya, di saat kegiatan seremonial digelar dengan rapi di luar kantor karena keterbatasan ruang, kondisi di dalam kantor justru menunjukkan ketidaksiapan fasilitas dalam menampung aktivitas perbankan yang kian padat. Hal ini memunculkan kesan bahwa pencitraan lebih diutamakan dibanding pembenahan layanan inti.

Manajer Bank Sumut Cabang Kotapinang, Zul Ginting mengakui bahwa gedung saat ini sudah tidak lagi representatif. Pihaknya menyebut relokasi ke gedung di Jalan Labuhan telah diusulkan dan masuk tahap administrasi.

“Tahun ini sudah kembali dianggarkan, saat ini dalam proses pemberkasan. Kami berharap relokasi segera terealisasi agar pelayanan bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Sayangnya, pernyataan tersebut bukan hal baru. Sejak tahun sebelumnya, rencana relokasi telah digaungkan, bahkan disebut sudah dianggarkan. Namun hingga kini, realisasi belum juga terlihat, memunculkan pertanyaan publik soal keseriusan manajemen dalam menjawab kebutuhan mendesak nasabah.

Ketua Sektor KBPPP, Yudistira angkat bicara dan mengingatkan bahwa pihaknya pernah melakukan aksi protes terkait persoalan ini. Saat itu, manajemen berjanji akan melakukan relokasi dalam waktu satu tahun, lengkap dengan peningkatan fasilitas.

“Janji tinggal janji. Sampai sekarang belum ada realisasi. Gedung yang sudah ada malah terkesan tidak dimanfaatkan secara optimal. Jika ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kami akan kembali turun ke jalan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti potensi pemborosan jika aset yang telah dimiliki tidak segera difungsikan. Menurutnya, setiap investasi seharusnya berdampak langsung pada peningkatan layanan dan kepercayaan nasabah, bukan sekadar menjadi pelengkap kegiatan.

Masyarakat kini berharap Bank Sumut tidak lagi terjebak dalam rutinitas seremoni tanpa pembenahan nyata. Percepatan relokasi, penambahan fasilitas, serta peningkatan kualitas pelayanan menjadi tuntutan yang tak bisa lagi ditunda.

Dengan jumlah nasabah yang terus bertambah “mencari nasabah bidang apapun point penting Bank manejemn Bank Sumut”, namun komitmen terhadap pelayanan hanya sekadar wacana. Jika tidak segera diwujudkan, kegiatan seperti “Sapa Pensiun” berisiko hanya menjadi ajang pencitraan tanpa makna nyata bagi nasabah yang setiap hari membutuhkan layanan cepat, nyaman, dan profesional.

Reporter] Eri-CS.