Foto, kubangan berisi air dan lumpur yang ada di pintu keluar SBBK menjadi fenomena yang adjektiva saat ini.
KOTAPINANG, goresnews.com semangat “Kita Bangun, Kita Rawat, Kita Jaga Kampung Kita” yang menjadi visi besar kepemimpinan Fery Syahdian kembali menjadi sorotan publik. Di tengah kemeriahan pemberangkatan jemaah haji Labuhanbatu Selatan kloter X, masyarakat justru dihadapkan pada ironi kondisi fasilitas umum yang dinilai luput dari perhatian.
Pemberangkatan jemaah haji yang berlangsung di kawasan SBBK Kotapinang menjadi momen sakral dan penuh kebanggaan. Namun, suasana itu tercoreng oleh keberadaan kubangan air di pintu keluar lokasi yang dinilai mengganggu kenyamanan serta mencoreng wajah daerah.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, lokasi SBBK dikenal sebagai pusat aktivitas publik dan ruang hiburan keluarga, bahkan rutin digunakan untuk kegiatan pemerintah seperti senam sehat mingguan. Ironisnya, genangan air yang diduga telah berlangsung cukup lama belum juga tertangani.
Marwan Siregar (45) warga langga payung saat itu menghantarkan familinya berangkat haji, menilai persoalan ini memang terlihat sederhana, namun mencerminkan lemahnya kepekaan pemerintah terhadap hal-hal mendasar. Ia mempertanyakan peran organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai tidak tanggap terhadap kondisi tersebut.
“Ini memang terlihat sepele, tapi menjadi pertanyaan besar, apakah tidak ada yang melihat? Atau justru dibiarkan? Padahal ini pusat kegiatan masyarakat,” ujarnya saat dimintai tanggapan.
Menurutnya, kubangan tersebut bukan sekadar genangan air, tetapi menjadi fenomena kondisi yang mencerminkan kurangnya perhatian terhadap perawatan fasilitas publik. Hal ini dinilai bertolak belakang dengan semangat visi-misi yang selama ini digaungkan pemerintah daerah.
Sorotan ini semakin menguat karena lokasi tersebut berada di pusat kota Kotapinang, yang notabene merupakan kampung halaman Bupati sendiri. Publik menilai, jika pusat kota saja luput dari pembenahan, maka kondisi di wilayah lain patut dipertanyakan. “Ini tamparan keras bagi pemimpin yang ada sekarang”
Belakangan saat dikompirmasi intansi terkait Kadis PU melalui Sekjennya Jandra Saragih Senin (04/05/2026) saat ikuti Upacara Hardiknas mengatakan, ijin bang kalau mengenai gedung SBBK, pagar dan halaman itu dibawah Sekdakab, namun apabila ada arahan dari Sekdakab melalui kabag umum kita bisa laksanakan, kata jandra.
Sementara Kabag Umum Hafni yang sering disapa Bunda menjelaskan bahwasanya kabag umum hanya merawat fasilitas gedung, penerangan, fasilitas saat ada acara, kebersihan. Mengenai lapangan, pagar, gapura dan halaman depan SBBK tidak ke kabag umum.
Apalagi di Hardiknas dilaksanakan pada hari Senin tanggal 04 Mei 2026 saat dilaksanakan upacara hardiknas, sebagai pembina upacara langsung Bupati Labuhanbatu Selatan dan dihadiri Forkopimda, selesai upacara mobil-mobil plat merah melintas dari kubangan pintu keluar SBBK.
Masyarakat pun berharap agar Bupati melalui instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk membenahi kondisi tersebut. Lapangan SBBK sebagai salah satu ikon Labuhanbatu Selatan diharapkan dapat kembali mencerminkan wajah daerah yang tertata, bersih, dan layak menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Belum lagi semberautnya tataan stand-stand pedagang yang ada dilapangan bawah, yang dulunya terlihat hanya rumput yang terlambat dipangkas kita hilang dan WC yang mampet yang mengeluarkan aroma tak sedap akibat kurangnya tataan pembuangan air limbah domestik, di SBBK.
Reporter] Habib-CS.












