Nyawa Security PT. Nubika Berakhir di Selembar Selendang Warna Kuning.

KOTAPINANG, goresnews.com lebih kurang sepuluh hari lebaran terlewati, terdengar dan nyata salah seorang karyawan PT. Nubika Jaya yang bekerja bagian security akhiri masa tugasnya dengan menggantungkan diri dengan sehelai selendang warna kuning di pintu kamar, yang masih dilokasi perumahan perusahaan PT. Nubika Jalinsum Kotapinang-Rantauprapat Bloksongo tepatnya Desa Sisumut, Kecamatan Kotapinang Selasa 08 April 2025.

Entah apa yang merasuk jiwa security ersebut sehingga berani melakukan tindakan ekstrem yang diluar nalar manusia “bunuh diri hingga mati dengan menyiksa dirinya dunia akhirat”

Info yang di dapatkan dilapangan berawal sekira jam 15.00 WIB, salah seorang securyti (anggota) mendapatkan Komandan Regu (Danru) nya tidak masuk kerja, inisiatif anggota mencari dandrunya tersebut, selaku pimpinan kerja ke rumahnya yang masih dalam kompleks PT. Nubika Jaya.

Namun, setiba dirumah SP (30) tersebut malah anggotanya menemukan SP sudah terbujur kaku dengan leher terikat sehelai selendang dari kain yang sudah tergantung di pintu kamar.

Sontak security melaporkan kejadian yang di dapatkannya tersebut ke pihak perusahaan dan berlanjut ke pihak kepolisian sektor Kotapinang.

Humas PT. Nubika Jaya Damris saat dihubungi via wasshap sekira jam 07.55 WIB Rabu (09/04/2025) menjelaskan hasil dari visum kematian korban tidak ada tindakan kekerasan, namun diduga pemicu hingga korban berani sakiti dirinya dengan cara gantung diri hingga mati dari beban kehidupan keluarga.

Begitu juga saat dikompirmasi Kaposek Kotapinang melalui Kanitres AKP Amlan membenarkan adanya bunuh diri seorang anggota security PT. Nubika yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri di wilayah hukum Polsek Kotapinang.

Dan, dari hasil visum luar RS Nuraini tidak ada tindakan kekerasan dan murni dari ciri-ciri penyebab matinya korban diakibatkan bunuh diri yang dilakukan korban sendiri. Dan mayat korban setelah dilakukan pemeriksaan hingga tuntas, itu hari kejadian diserahkan kepada pihak keluarga.

Reporter] Erik-regar