Keterangan gambar: Lokasi pelebaran ruas jalan Sisingamagaraja disambut baik masyarakat, namun jangan hilangam kelestarian kegidupan dengan ditumbangnya pohon sebagai paru-paru dunia.
LABUHANBATU, goresnews.com pelebaran jalan Sisingamangaraja, khususnya ruas dari Simpang Mangga menuju Kantor Bupati Labuhanbatu, mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Pelebaran tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut.
Pembangunan dan pelebaran jalan diharapkan mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi kendaraan sehingga arus lalu lintas dapat bergerak lebih lancar. Kondisi jalan yang lebih baik juga diharapkan mendorong pengguna jalan untuk semakin tertib dalam berkendara dan tidak saling mengambil ruang yang dapat memicu perlambatan maupun kemacetan.
Dukungan terhadap pembangunan jalan terus berdatangan dari sejumlah masyarakat yang memiliki tempat usaha atau berjualan di sepanjang ruas jalan tersebut. Dengan keaktifan warga bersedia membongkar atau menyesuaikan tempat usahanya untuk memberikan ruang bagi proses pelebaran jalan.
Sopyan (43) penguna jalan yang saat itu melintas, Kamis (10/09/2026) mengatakan jalan Sisingamangaraja merupakan salah satu ruas yang cukup ramai dilalui kendaraan, terutama pada jam-jam tertentu. Kepadatan kendaraan membuat arus lalu lintas memperlambat sehingga pengguna jalan membutuhkan waktu lebih ekstra untuk melintas.
“Selama ini jalan di sini cukup ramai. Kadang kendaraan padat sehingga untuk melintas juga harus berhati-hati. Kami mendukung pelebaran jalan ini karena diharapkan nantinya arus kendaraan lebih lancar,” ujar Sopyan.
Namun begitupun ia, berharap pembangunan tersebut dapat diselesaikan dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Selain mengurangi potensi kemacetan, jalan yang lebih lebar diharapkan membuat pengguna kendaraan lebih nyaman dan tertib saat melintas.
“Kami berterima kasih kepada Bupati Labuhanbatu dan pihak terkait yang memperhatikan kondisi jalan ini. Kami juga mendukung pembangunan dengan membongkar tempat jualan agar proses pelebaran dapat berjalan,” kata warga lainnya.
Namun kontraktor juga harus koperatif pada volume pembagunan tersebut, jangan jurang dan pengawas harus lebih teliti dalam menilai takaran dan ukuran bahan-bahan yang digunakan dalam pembagunan pelebaran jalan “kurangi volume material berarti kurangi daya tahan bagunan”
Dan kelestarian alam seperti pohon-pohon yang ditumbang agar diganti, satu pohon dapat kurangi polusi udara dan berikan mamfaat kesegaran ribuan nyawa.
Reporter] Rozi
Berita Terkait
Bursa Ketua PWI Sumut Mengarah Ke Farianda Putra Sinik Konfrensi 21 November Menanti MEDAN, goresnews.com petahana dipastikan menjadi satu-satunya bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) periode 2026–2031 setelah menjadi satu-satunya kandidat yang mengembalikan berkas pendaftaran hingga penutupan pada Jumat (6/11/2026). Kepastian tersebut diperoleh pada hari terakhir pendaftaran di Kantor PWI Sumut, Jalan Adinegoro No. 4, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur. Dari dua nama yang sebelumnya digadang-gadang maju dalam bursa pemilihan ketua, hanya Farianda yang menuntaskan proses pendaftaran. Sementara Austin AE Tumengkol menyatakan mundur dari pencalonan. Ketua Organizing Committee (OC) Konferensi PWI Sumut, Rifki Warisan, didampingi Sekretaris SR Hamonangan Panggabean serta Ketua Steering Committee (SC) Taufik Wal Hidayat dan Sekretaris Riza Mulyadi, menjelaskan bahwa panitia menerima tiga berkas pendaftaran kandidat, terdiri atas satu bakal calon Ketua PWI dan dua bakal calon Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP). “Sejak pendaftaran dibuka 2 November hingga ditutup pukul 16.05 WIB pada hari terakhir, tercatat tiga kandidat yang mengembalikan berkas. Untuk Ketua PWI atas nama Farianda Putra Sinik, sedangkan kandidat Ketua DKP adalah Rizal Rudi Surya dan Khairul Muslim,” jelas Rifki. Ia menambahkan, meskipun lima orang sebelumnya telah mengambil formulir pendaftaran, hanya tiga kandidat yang menyerahkan kembali berkas kepada panitia. Selanjutnya, panitia akan melakukan verifikasi administrasi pada Sabtu dan Minggu. Hasilnya dijadwalkan diumumkan pada Senin untuk menentukan status Memenuhi Syarat (MS) atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Hasil verifikasi tersebut kemudian diteruskan kepada PWI Pusat untuk penetapan calon definitif yang akan mengikuti Konferensi PWI Sumut pada 21 November 2026. Rifki menegaskan, seluruh tahapan tetap dilaksanakan sesuai jadwal dan ketentuan organisasi. Sebelumnya, Farianda Putra Sinik datang ke sekretariat PWI Sumut bersama sejumlah pendukung untuk menyerahkan dokumen persyaratan pencalonan. Berkas tersebut meliputi surat pernyataan, surat keterangan kesehatan, SKCK, sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Utama, serta dukungan minimal 10 persen dari jumlah daftar pemilih. Setelah diperiksa, panitia menerima berkas pendaftaran tersebut. Di tengah proses menuju konferensi, Farianda yang merupakan petahana justru menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan kekompakan seluruh anggota PWI di Sumatera Utara. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar dan tidak boleh menjadi alasan untuk merusak hubungan sesama insan pers. “Kalau kita bersatu dan kompak, kita akan kuat. Sebaliknya, kita akan mudah dipermainkan jika tidak kompak dan tidak bersatu,” tegasnya. Farianda juga mengingatkan agar kontestasi pemilihan Ketua PWI tidak melahirkan perpecahan maupun permusuhan di antara anggota. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti konferensi dengan suasana sejuk, penuh kegembiraan, serta tetap mengedepankan etika dan semangat kebersamaan. “Berbeda pilihan itu biasa, karena merupakan hak demokrasi. Jangan karena perbedaan pilihan, kita saling hasut dan saling menyimpan kebencian. Pesta demokrasi hanya sehari, tetapi persaudaraan harus selamanya. Saya ingin kita tetap bersama-sama membesarkan PWI sebagai rumah besar kita. Mari berkonferensi dengan riang gembira,” ajaknya. Reporter] TIM.
Post Views: 60