Pembangunan Kantor Polres Labusel Rugikan Warga, Pemerintah Tutup Mata?

KOTAPINANG, goresnews.com pembangunan lahan kantor Polres Labuhanbatu Selatan (Labusel) di Jalan Lintas Sumatera, Desa Sosopan, Kotapinang, menuai protes warga. Proyek ini diduga mengabaikan dampak lingkungan dan justru membawa kerugian bagi masyarakat sekitar.

Sejak proyek dimulai, warga kerap mengalami banjir dan genangan lumpur setiap kali hujan turun. Sedikitnya sembilan rumah terdampak, bahkan salah satu rumah milik Nurmala (60) sudah tak layak huni akibat terus-menerus terendam.

Salah satu rumah warga yang lantainya tertup lumpur kiriman dari pembagunan pematangan lahan (foto-roy)

“Setiap hujan, air dan lumpur masuk ke rumah kami. Halaman tertutup lumpur hingga 20 cm. Rumah Bu Nurmala sekarang kosong, padahal biasanya disewakan,” ungkap H. M. Harapan (45) warga setempat.

Warga sudah berulang kali mengajukan protes kepada pihak proyek dan Dinas PUPR Labusel, tetapi tak ada tindakan nyata. Bahkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Toni enggan merespons saat dikonfirmasi.

“Sampai kapan kami harus menderita?” keluh salah seorang warga.

Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan didesak untuk segera turun tangan agar proyek ini tidak semakin merugikan rakyat. Pembangunan seharusnya membawa manfaat, bukan beban baru bagi masyarakat.

Saat di kompirmasi asisten dua pembangunan Rolikul Rahman Jumat (07/03/2425) mengunakaan seluller mengatakan sabar ya.., saya belum bisa menanggapinya “efek dari bangunan pematangan lahan polres sekarang” yang berdampak lumpur saat hujan masuk kerumah-rumah warga sekitar,  karena saya belum melihat langsung lokasi terkeni, namun begitupun setelah saya tinjau baru saya bisa jelaskan, ungkap asisten pembangunan tutup pembicaraan.

Namun sampai berita ini di terbitkan untuk dibaca khalayak umum, belum ada tanggapan terbaru dari asisten dua, padahal sebelumnya asisten dua mengatakan “besok baru saya bisa memberi keterangan” .

Reporter]  regar.

Penulis: RegarEditor: Redaksi1