Sei Kanan, goresnews.com aneh aja kelihatan pengaspalan yang dilaksanakan pihak ketiga dari Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Labusel (DPUTR-LS), disinyalir pengaspalannya menjadi dilema bagi setiap pengendara yang melintas disepanjang Dusun Hajoran menuju Desa Hutagodang.
Pasalnya, pada penyambungan-penyambungan pengaspalan yang seponggol-seponggol tersebut tidak rata, adanya gelombang yang begitu ekstrem ini yang mengundang sipengendara roda dua mengalami kecelakaan.
Penyambungan pengaspalan terlalu exstrim (foto-cand)
Saat tim media melintas di Dusun Hajoran menuju Hutagodang, tim media memang merasakan hal tersebut, pengaspalan yang dilakukan seponggol-ponggol tersebut belum efektif dilaksanakan, dikarenakan sepanjang jalan dominan rusak semua.
Azwan Siregar pengawas lapangan dari dinas PUTR kebetulan jumpa papasan dilokasi menjelaskan pengaspalan memang dilakukan seponggol-ponggol, pengaspalan menggunakan metode delapan sekmen dengan pagu anggaran Rp. 300.000.000,. Rabu 13 Nopember lebih kurang jam 15.10 WIB.
Pengaspalan dilakukan dari Dusun Hajoran sampai Dusun Tapu-Tapu, selebihnya pemeliharaan sampai ke Desa Hutahodang dan beda anggaran. Kalau bentuk pengaspalan ya beginilah pak, kami hanya menjalankan prosedur, untuk lebih jelasnya orang bapak bisa tanyakkan langsung ke kantor PU langsung Desa Sosopan, ungkap pengawas lapangan dinas PUTR.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Safii Simbolon terkenal dengan ratusan nomor hape melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Juddin menjelaskan pengaspalan seponggol-ponggol dilakukan untuk mengurangi lobang-lobang yang dalam dan rusak parah. Aspal yang masih bagus dilewatkan dengan artian dilompat, memang disengaja.
“Sayang sih bang… kalau aspal yang bagus dibongkar dan diaspal kembali sementara masih layak digunakan” kata juddin melalui selullernya.
PPK DPUTR juga meyakinkan dan mengatakan coba besok saya buka berkas pengaspalan Dusun Hajoran tersebut, agar jelas peruntukannya, karena hasil laporan anggota dilapangan semua sudah ready, katanya.
Khoruddin (45) warga setempat pada media mengatakan sayapun bingung pak, dengan sistem pengaspalan seponggol-seponggol tersebut. Menurut saya yang dilakukan DPUTR ini belum efektif dilakukan. Sebab masih banyak juga jalan aspal yang masih rusak dengan lubang-lubang yang dalam terlewatkan, katanya Kamis (14/11/2025).
Pengendara sepeda motor sampai ambil beram tuk naik keaspal (foto-cand)
“Ya diaspal aja sekaligus, atau dimana lokasih yang betul-betul parah dan rusaknya dalam disitu diperbaiki/aspal sekaligus, biar pengendara lebih nyaman” ujarnya
Sebab kalau diaspal dengan metode seponggol-seponggol ini menjadikan jebakan bat man bagi sepengendara, tegasnya.
Harapan saya pada Pemerintah Daerah mewakili masyarakat, ya diaspallah seluruhnya dengan aset pendapatan daerah Desa kami yang dikeluarkan cukup seknifikan semua ada.
Repoter] regar.












