Keterangan gambar: Kasat Narkoba Labuhanbatu AKP R. Manik dengan Kanitnya Ipda R Situngkir, narasumber Kampung Bebas Narkoba (KBN) di Kelurahan Padang Matinggi.
LABUHANBATU, goresnews.com tak ada ruang bagi pemakai dan pengedar narkoba, komitmen memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba terus diperkuat Polres Labuhanbatu. Melalui Satuan Reserse Narkoba, kegiatan penyuluhan dan edukasi tentang bahaya narkoba digelar di Posko Kampung Bebas Narkoba (KBN) Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu Kamis 18 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Padang Matinggi tersebut merupakan langkah nyata dalam mencegah serta memberantas penyalahgunaan narkoba yang menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan keamanan lingkungan.
Program ini juga merupakan tindak lanjut atas berbagai laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Kasat Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP R. Manik, Sabtu (20/06/2026) diruanganya menegaskan bahwa perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan aparat penegak hukum sendirian. Dibutuhkan keberanian dan kepedulian seluruh elemen masyarakat untuk memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.
“Mari bersama menjaga lingkungan dari bahaya narkoba. Jangan takut memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku,” tegas AKP R. Manik.
Sementara itu, Kanit Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Ipda R. Situngkir, menyampaikan bahwa Posko Kampung Bebas Narkoba Padang Matinggi menjadi salah satu garda terdepan dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.
Ia mengimbau seluruh kepala lingkungan dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan melalui sistem piket dan patroli lingkungan secara berkelanjutan.
Menurutnya, setiap indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba harus segera dilaporkan ke Posko KBN atau kepada petugas yang bertugas.
Langkah cepat masyarakat dinilai sangat penting untuk mencegah berkembangnya jaringan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi bangsa.
Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Lurah Padang Matinggi, Kasat Reserse Narkoba AKP R. Manik, Kanit Satres Narkoba Ipda R. Situngkir bersama personel Satres Narkoba Polres Labuhanbatu, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua LAN, seluruh kepala lingkungan se-Kelurahan Padang Matinggi, serta tokoh dan masyarakat setempat.
Melalui penguatan Kampung Bebas Narkoba ini, Polres Labuhanbatu menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
Sinergi antara aparat dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan Kelurahan Padang Matinggi sebagai wilayah yang aman, bersih, serta menjadi benteng kuat dalam melawan ancaman narkoba.
Tempat yang berbeda masyarakat yang tidaknmau disebutkan namanya menjelaskan pada media, saya sangat setuju kampung kami ini dijadikan garda terdepan kampung bebas narkoba.
Namun saya berharapa pihak kepolisian juga harus tegas, karena yang kami ketahui oknum aparat banyak yang membekingi dan bahkan banyak yang ikut terjun langsung terlibat dalam sirkulasinya.
Kepada bapak Kapolres kami mohon jangan tebang pilih, kasih sangsi yang berat pada oknum yang terlibat dan bilah perlu pecat dan penjarakan oknum tersebut, baru maksut yang diidamkan kepolisian terlaksana, katanya akhiri pembicaraan.
Reporter] Rozi.
Berita Terkait
Bursa Ketua PWI Sumut Mengarah Ke Farianda Putra Sinik Konfrensi 21 November Menanti MEDAN, goresnews.com petahana dipastikan menjadi satu-satunya bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) periode 2026–2031 setelah menjadi satu-satunya kandidat yang mengembalikan berkas pendaftaran hingga penutupan pada Jumat (6/11/2026). Kepastian tersebut diperoleh pada hari terakhir pendaftaran di Kantor PWI Sumut, Jalan Adinegoro No. 4, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur. Dari dua nama yang sebelumnya digadang-gadang maju dalam bursa pemilihan ketua, hanya Farianda yang menuntaskan proses pendaftaran. Sementara Austin AE Tumengkol menyatakan mundur dari pencalonan. Ketua Organizing Committee (OC) Konferensi PWI Sumut, Rifki Warisan, didampingi Sekretaris SR Hamonangan Panggabean serta Ketua Steering Committee (SC) Taufik Wal Hidayat dan Sekretaris Riza Mulyadi, menjelaskan bahwa panitia menerima tiga berkas pendaftaran kandidat, terdiri atas satu bakal calon Ketua PWI dan dua bakal calon Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP). “Sejak pendaftaran dibuka 2 November hingga ditutup pukul 16.05 WIB pada hari terakhir, tercatat tiga kandidat yang mengembalikan berkas. Untuk Ketua PWI atas nama Farianda Putra Sinik, sedangkan kandidat Ketua DKP adalah Rizal Rudi Surya dan Khairul Muslim,” jelas Rifki. Ia menambahkan, meskipun lima orang sebelumnya telah mengambil formulir pendaftaran, hanya tiga kandidat yang menyerahkan kembali berkas kepada panitia. Selanjutnya, panitia akan melakukan verifikasi administrasi pada Sabtu dan Minggu. Hasilnya dijadwalkan diumumkan pada Senin untuk menentukan status Memenuhi Syarat (MS) atau Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Hasil verifikasi tersebut kemudian diteruskan kepada PWI Pusat untuk penetapan calon definitif yang akan mengikuti Konferensi PWI Sumut pada 21 November 2026. Rifki menegaskan, seluruh tahapan tetap dilaksanakan sesuai jadwal dan ketentuan organisasi. Sebelumnya, Farianda Putra Sinik datang ke sekretariat PWI Sumut bersama sejumlah pendukung untuk menyerahkan dokumen persyaratan pencalonan. Berkas tersebut meliputi surat pernyataan, surat keterangan kesehatan, SKCK, sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Utama, serta dukungan minimal 10 persen dari jumlah daftar pemilih. Setelah diperiksa, panitia menerima berkas pendaftaran tersebut. Di tengah proses menuju konferensi, Farianda yang merupakan petahana justru menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan kekompakan seluruh anggota PWI di Sumatera Utara. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar dan tidak boleh menjadi alasan untuk merusak hubungan sesama insan pers. “Kalau kita bersatu dan kompak, kita akan kuat. Sebaliknya, kita akan mudah dipermainkan jika tidak kompak dan tidak bersatu,” tegasnya. Farianda juga mengingatkan agar kontestasi pemilihan Ketua PWI tidak melahirkan perpecahan maupun permusuhan di antara anggota. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti konferensi dengan suasana sejuk, penuh kegembiraan, serta tetap mengedepankan etika dan semangat kebersamaan. “Berbeda pilihan itu biasa, karena merupakan hak demokrasi. Jangan karena perbedaan pilihan, kita saling hasut dan saling menyimpan kebencian. Pesta demokrasi hanya sehari, tetapi persaudaraan harus selamanya. Saya ingin kita tetap bersama-sama membesarkan PWI sebagai rumah besar kita. Mari berkonferensi dengan riang gembira,” ajaknya. Reporter] TIM.
Post Views: 91