KOTAPINANG, goresnews.com – Kejuaraan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat daerah dengan jumlah peserta 662 orang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Jalan Istana, Kelurahan Kotapinang, Selasa (09/09/2025).
Ketua Panitia OMI, Hj. Rospita Samosir, yang juga Dosen ULB, menjelaskan bahwa OMI merupakan ajang bergengsi bagi pelajar. Kegiatan ini langsung terhubung dengan server yang dipusatkan di Jakarta, sehingga persaingan berlangsung murni antar-murid.
Sistem berbasis komputer (server) yang dikoordinir pusat inilah yang membuat para peserta lebih serius dan giat berkompetisi demi menjadi juara, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun nasional. “Karena itu, pelaksanaan OMI harus bekerja sama dengan Telkom dan PLN. Jangan sampai jaringan terganggu atau listrik padam selama ujian berlangsung,” tegas Ketua Panitia.
“Jika jaringan Telkom atau aliran listrik PLN padam, anak-anak kita akan tertinggal dari peserta daerah lain yang juga mengikuti OMI. Bila itu terjadi, otomatis peserta kita dari Labusel dinyatakan gagal pada mata pelajaran yang diikuti,” tambah Hj. Rospita.
Adapun jumlah peserta yang ikut bertanding sebanyak 662 orang, terdiri dari 285 peserta Madrasah Aliyah (MA), 92 peserta Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan 287 peserta Madrasah Tsanawiyah (MTs), dengan total 11 mata pelajaran yang diperlombakan.
“Harapan kami, insya Allah anak-anak kita nantinya bisa mengikuti jejak kakak-kakaknya yang pernah lolos hingga tingkat provinsi, bahkan nasional di Manado tiga tahun silam,” ujar Hj. Rospita.
Foto bersama dilokasi Kadispedis Munawarman, Ketua Panitia OMI 2025 Hj. Rospita Samosir dan sekretaris panitia MIN Pak Amin (foto-des)
Kakan Kemenag yang diwakili oleh Kadispendis, Munarwarman, menjelaskan bahwa OMI tahun ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 9–11 September 2025, di 22 titik lokasi. Untuk Labusel, titik pusat kegiatan dipusatkan di MIN Jalan Istana, Kelurahan Kotapinang.
Adapun kompetisi unggulan terdiri dari dua bidang utama, yakni sains (Matematika, IPA, IPS). OMI sendiri merupakan penggabungan dari Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES), jelas Munarwarman.
Di tempat terpisah, saat dikonfirmasi media mengenai kompetisi OMI tingkat daerah, Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, menyatakan dukungannya penuh terhadap kegiatan positif di bidang pendidikan yang dapat mengharumkan nama daerah.
“Terima kasih kepada Kakan Kemenag dan Ketua Panitia OMI, Ibu Hj. Rospita Samosir, yang terus mendukung anak-anak dalam dunia pendidikan. Tanpa mereka, kita tidak ada apa-apanya,” tegas Fery.
“Apalagi saya mendengar, setelah OMI tingkat daerah ini, para juara akan bertanding ke tingkat provinsi di Medan, lalu ke tingkat nasional di Banten. Saya mendoakan anak-anak didik Labusel yang ikut kompetisi ini bisa meraih prestasi terbaik,” tambahnya.
Reporter] Fatir.












