Sistem Portal Parkir di RS Nur Aini Tuai Keluhan, Dinilai Tidak Efektif

Kotapinang, goresnews.com keluarga pasien dan pengunjung Rumah Sakit (RS) Nur Aini di Jalinsum Kotapinang – Rantauprapat, Desa Sisumut, Kecamatan Kotapinang, mengeluhkan sistem portal parkir yang dinilai tidak efektif serta buruknya kebersihan di lingkungan rumah sakit. Sistem ini terkesan dipaksakan oleh pihak manajemen demi keuntungan semata, tanpa mempertimbangkan kenyamanan pengunjung. Kejadian ini terjadi pada Jumat (21/02/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.

Saat ditanyakan mengenai mekanisme sistem portal parkir, petugas administrasi RS yang berada di lantai dua justru memberikan informasi yang membingungkan. Bukannya menjelaskan secara rinci, petugas tersebut malah memberikan nomor kontak karyawan bagian pendaftaran, bukan nomor personalia yang berwenang.

Sebelumnya, petugas administrasi RS sempat menyebutkan bahwa personalianya bernama Hamid. Namun, saat dihubungi melalui telepon seluler, suara yang menjawab panggilan terdengar tidak meyakinkan, sehingga menimbulkan dugaan adanya upaya untuk menghindari pertanyaan dari masyarakat dan media.

Ketika dikonfirmasi, pihak manajemen RS menjelaskan bahwa sistem parkir menggunakan metode pembayaran melalui scan barcode. Setelah sistem membaca barcode, jumlah biaya yang harus dibayarkan akan muncul di aplikasi.

“Parkir tetap berbayar, hanya saja metodenya yang berbeda. Sekarang pembayaran dilakukan saat keluar melalui scan barcode di pos. Namun, untuk keluarga pasien dan pengunjung, saya kurang tahu bagaimana mekanismenya,” ujar perwakilan manajemen RS Nur Aini.

Namun, pernyataan pihak manajemen berbeda dengan informasi yang disampaikan oleh petugas portal parkir di lapangan. Petugas parkir yang bertugas di pos menyatakan bahwa mereka hanya bertugas mengarahkan kendaraan sesuai arahan dari atasan. Jika area parkir penuh, kendaraan diarahkan keluar RS tanpa dikenakan biaya.

“Sistem ini dibuat untuk mengantisipasi pencurian dan menjaga kerapian kendaraan. Jika ada masyarakat yang hanya mengantar pasien tanpa parkir, tidak dikenakan biaya apa pun,” kata petugas parkir.

Namun, realitas di lapangan justru berbeda. Banyak keluarga pasien yang mengaku kecewa setelah mengambil tiket di pintu masuk. Begitu masuk, mereka langsung diminta keluar oleh petugas keamanan karena area parkir dinyatakan penuh.

“Maaf pak, parkiran dalam sudah penuh. Silakan parkir di luar,” ujar petugas keamanan berulang kali kepada pengunjung.

Ironisnya, meskipun tidak parkir di dalam, kendaraan tetap dikenakan biaya parkir sebesar Rp3.000. Hal ini dirasakan langsung oleh N. Siregar, warga Labusel, yang menilai sistem portal parkir di RS Nur Aini masih belum siap diterapkan.

“Sistem ini belum efektif karena kapasitas parkir yang terbatas dan petugas parkir yang kurang sigap dalam mengatur kendaraan agar tertata rapi. Jika sistem ini tetap dipaksakan tanpa ada perbaikan, justru akan semakin menyulitkan pengunjung,” ujarnya.

Masyarakat berharap pihak manajemen segera memperbaiki sistem parkir agar lebih efisien dan transparan. Selain itu, kebersihan rumah sakit juga harus menjadi perhatian utama agar lingkungan RS tetap higienis dan tidak menjadi tempat penyebaran penyakit.

Reporter: Heri/CS