Keterangan gambar: Ida bersama anaknya saat memberikan keterangan keberadaan suaminya robet, didampingi ketua Granat Rahmat Aruan, Ahad (29/03/2026)
CIKAMPAK, goresnesw.com isu yang menyebutkan Robet sebagai bandar sabu-sabu di wilayah Cikampak akhirnya ditepis setelah dilakukan penelusuran langsung oleh aparat kepolisian bersama Ketua GRANAT setempat.
Klarifikasi ini bermula dari maraknya pemberitaan di media sosial terkait dugaan peredaran narkoba jenis “garam cina” yang menyeret nama Robet. Menindaklanjuti hal tersebut, tim media bersama Ketua GRANAT turun langsung ke lokasi yang disebutkan, tepatnya di Dusun Cinta Makmur, Ahad (29/03/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Di lokasi, Ida (40), istri Robet, menjelaskan bahwa suaminya telah dua minggu merantau ke Pekanbaru. Ia mengaku terkejut dengan kedatangan sejumlah pihak yang mencari suaminya terkait pemberitaan tersebut.
“Saya merasa dirugikan dengan kabar itu. Kami tidak melakukan apa-apa, tapi nama suami saya disebut-sebut. Anak-anak saya sampai terganggu, bahkan jadi murung karena omongan teman-temannya,” ujar Ida dengan nada sedih.
Marwan (43) warga setempat saat ditanyai menjelaskan kalau saya ketahui rumah pak robert biasa-biasa saja, tidak ada kelihatan kegiatan yang mencurigakan, bahkan pak robert orangnya bergaul pada masyarakat sekitar.
“Sangkin bergaulnya pak robert bersama masyarakat, beliau ikut membangun cakruk pos kambling untuk orang jaga malam dikampungnya” katanya.
Sementara itu, Kasat Narkoba melalui Tim Satresnarkoba Polres Labuhanbatu, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan setelah menerima informasi yang beredar di media sosial.
“Saat kami turun dan melakukan penelusuran, tidak ditemukan bukti ataupun indikasi bahwa yang bersangkutan terlibat sebagai bandar narkoba seperti yang diberitakan,” jelasnya.
Ketua Granat: Rahmat Aruan bersama ibunIda dan anaknya cek rumah yang viral dipemberitaan berkembang tempat transaksi SS
Hal senada juga disampaikan Ketua GRANAT, Rahmat Aruan. Ia mengaku turut melakukan pengecekan langsung karena namanya ikut terseret walau tidak berkomentar dalam diskusi di media sosial terkait isu tersebut.
“Saya turun langsung untuk memastikan. Namun, tidak ada ditemukan aktivitas atau bukti yang mengarah bahwa Robet adalah bandar narkoba di tingkat lingkungan seperti yang dituduhkan,” tegas Rahmat.
Dengan hasil penelusuran tersebut, baik pihak kepolisian maupun GRANAT bahwa informasi yang beredar sebelumnya tidak terbukti, saat tim turun ke TKP.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi dan mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Reporter] TIM.












