32 Calon Barista Labusel Ikuti Sertifikasi BNS, Siap Bersaing di Kafe-Kafe Ternama

KOTAPINANG, goresnews.com
setelah menjalani pelatihan intensif selama satu bulan di Medan, 32 peserta dan calon barista Kabupaten Labuhanbatu Selatan kini mengikuti Sertifikasi Bina Nusantara Sejahtera (BNS) selama dua hari yang dilaksanakan oleh Ditjen Binalavotas BBPVP Medan. Kegiatan berlangsung di Cafe Jusst Coffi, Jalan Perjuangan, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang Sabtu (06/12/2025).

Kadisnaker melalui Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnaker (Bid. Lattas) Abdi Ahmad Siregar menyampaikan bahwa seluruh peserta telah mendapatkan pelatihan intensif untuk menjadi peracik kopi profesional yang siap bekerja di kafe-kafe.

“Pelatihan dan sertifikasi ini bertujuan agar para pencari kerja memiliki kompetensi dan legalitas sebagai barista profesional, sehingga dapat memenuhi persyaratan di kafe-kafe besar. Namun ilmu yang didapat tentu perlu terus diasah agar semakin matang,” ujar Abdi.

Sebagai bentuk dukungan penuh Bapak Bupati kepada anak-anak muda Labusel, Disnaker Labusel juga memberikan bantuan satu unit mesin kopi kepada peserta yang dinilai layak, guna menjadi modal awal ketika mereka terjun bekerja atau membuka usaha sendiri.

Lebih lanjut, Abdi menegaskan bahwa kompetisi di dunia perkopian sangat ketat, sehingga lulusan pelatihan harus benar-benar siap bersaing.

“32 peserta ini harus mampu bersaing. Mereka sudah praktek langsung di kafe-kafe ternama dan setelah bekerja di lapangan, kita tetap akan melakukan monitoring di lima kecamatan tempat mereka bertugas,” tambahnya.

Sementara itu, mentor sekaligus barista profesional dari Ditjen Binalavotas BBPVP Medan, Fajar, menjelaskan bahwa sertifikasi ini merupakan tahap lanjutan dari pelatihan yang telah selesai digelar di Medan.

“Sertifikasi ini adalah lisensi resmi seorang barista. Setelah memiliki sertifikat, peserta akan lebih mudah diterima bekerja di kafe. Namun kemampuan mereka harus terus diasah, karena semakin lama menjadi barista, semakin kita mengenali kesalahan dan rasa dari racikan kita—konsumenlah yang menjadi penilai utama,” jelas Fajar.

Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan Kabupaten Labuhanbatu Selatan dapat melahirkan barista-barista handal yang mampu mengharumkan daerah serta membuka peluang kerja dan usaha di bidang industri kopi, baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Intinya kita mau belajar dan jangan takut salah, kesalahan adalah guru yang baik untuk menuju kenikmatan racikan kopi yang kita buat” katanya.

Reporter] Fatir.