Labusel, goresnews.com dua belas hari berselang demo GMPBLS pertama, berlanjut demo kedua dengan massa yang lebih padat, demo lanjutan barometer tetap ditiga Intansi DPRD, Bupati dan Kejaksaan Rabu (22/06/2022)
Hampir kurang lebih 90 menit orasi didepan pintu masuk Kantor DPRD, sempat terjadi tolak menolak antara pedemo dengan SatpolPP. Walaupun sudah terjadi tolak menolak namun tak seorangpun baik wakil pimpinan yang biasa menghadapi pedemo maupun anggota DPRD dari 35 perwakilan masyarakat di Legislstif untuk menanggapinya.
Plt Sekwan Ihwan Sahbana yang baru satu bulan menjabat plt Sekwan dikucilkan ditinggal pergi massa pedemo saat plt sekwan datang sendiri mewakili puluhan DPRD yang ada.
Didepan Plt Sekwan ratusan massa aksi balik kanan menuju Kantor Bupati, tanpa ada tanyak jawab.
Ady Syahputra penanggung jawab aksi menjelaskan pada media perihal balik kanan tersebut, kalaupun kami bertahan laga argument dengan Plt Sekawan, beliau takkan bisa memberi keputusan kalaupun nantinya, massa aksi lakukan pertanyaan hasrat dalam hati kami.
“Plt Sekwan takkan mampu menjawab pertanyaan kami, makanya kami massa aksi balik kanan” katanya.
Ditegaskannya saya pastikan 80 % anggota dewan diisi bukan karena ingin menjadikan Labuhanbatu Selatan menjadi daerah makmur dan disegani daerah lain.
Melainkan mereka hanya mendapatkan lencana dan duduk-duduk disana sambil jari telunjuk Andy mengarah ke gedung DPR.
Kenapa..? karena mereka jadi dewan bukan karena faktor kemampuan IQ ataupun ledarship mereka, namun karena faktor mampu membeli suara dengan harta mereka, serta ujungnya dapat mejaga aset usaha serta menambah kekayaan mereka.
Terbukti tidak satu dewanpun yang mau menanggapi aspirasi kami sebagai masyarakatnya yang notabone memilih mereka.
Kali pertama, Kamis tanggal 09 Juni 2022 GMPBLS demo di DPRD mustahil mereka tak tahu, dan ini hari demo yang kedua dengan topik masih seperti demo pertama ee… malah Plt Sekwan yang disuruh mereka tuk menanggapi kami, kata Andy.
Kami tau mereka ada didalam gedung DPRD tersebut, namun mereka bungkam diam, takut membisu dengan fenomena kekacauan yang ada, atau mungkin mereka tak bernyali tuk memberantas yang salah, ujarnya.
Massa aksi bergerak ke Kantor Bupati dengan pengawalan puluhan aparat kepolisian Polsekta Kotapinang dibantu dari personil-personil dari Polsek terdekat.
Tiba digerbang, koordinator aksi mengecek massa aksi yang dibawak serta memanggil untuk medekati pintu masuk yang sudah terlebih dahulu dipagar betis aparat penegak perda dibantu pihak Kepolisian.
Andy Syahputra tidak dibegitu banyak melantunkan dan menata kosakata yang di sazikan, beliau hanya katakan kami GMPBLS menunggu 30 menit kedatangan petinggi yang berwenang menanggapi di Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Selatan tuntutan GMPBLS antara lain “Mutasi ASN dilingkungan Pemkab”, “Perekrutan Tenaga Honor (TK)”, “fee jual beli proyek” dan lain-lain.
“Kalau tidak ada yang menanggapi kami, kami massa aksi memberikan dua opsi. Opsi pertama kami akan blokir jalan, membakar ban bekas dan opsi kedua kami masuk dengan mendorong pintu gerbang sesuai rel” katanya
Perwakilan tidak datang, massa melaksanakan pemblokiran jalan namun hanya berlangsung tiga menit dapat direda oleh Kopolsekta Kompol Bambang G Hutabarat, yang terjun langsung bersama Kanitres dibantu Panit-Panit Polsekta serta personili unit luar.
Pedemo lakukan opsi kedua mendorong gerbang sesuai relnya, tidak kurang dari dua menit puluhan pedemo masuk SatpolPP tak berkutik tidak mampu menahan dorongan massa aksi dengan posisi besi gerbang yang sudah sangat darurat mungkin dimakan usia.
Puluhan Polisi dan SatpolPP mengejar massa aksi, diperempat jalan Polisi dan SatPolPP membentuk formasi pagar betis terjadi tolak-tolakkan dan saling dorong-dorongan dengan massa aksi yang tergabung dalam GMPNLS.
Terhentinya dorong mendorong dikarenakan tenaga massa aksi habis terkuras ditambah teriknya matahari, keringat massa aksi jatuh bercucuran tak terbendung saat menolak formasi pagar betis yang dibuat Polisi beserta SatPolPP.
Massa aksi brik berketepatan komsumsi siang massa aksi datang, mereka makan dibawah pohon ketapang, sementara pihak kepolisian dan SatpolPP terus siaga tuk mengamankan massa aksi.
Sembari massa aksi menikmati makan yang ada, Kabid Mutasi BKD Buk Kiki datang bersama stafnya, mereka menunggu massa aksi selesai menikmati makan siangnya.
Selesai makan penanggung jawab demo Andy Syahputra angkat toa dan meminta kejelasan dengan kapasitas buk Kabid.
Buk kabid mengatakan seyogianya pak Kaban BKD Raja Zulfikar yang hadir dihadapan pedemo namun beliau ada tugas di Jakarta, sementara sekretarisnya Bapak Hamka gerak jalan pulang dari Medan menuju Kotapinang.
Intinya, kata Andy. Ibu tidak berkapasitas tuk menjawab pertanyaan kami, langsung ibu Kabid menjawab iya… saya hanya bisa melaporkan dan menyampaikan pertanyaan teman-teman pedemo nantinya saat kedua bapak tersebut tiba di Labusel.
Andy Syahputra langsung beri komando pada massa aksi untuk balik kanan menuju kantor Kejaksaan Negri Labusel dijalan Istana Kotapinang.
Tiba di kantor kejaksaan mereka disambut kasi intel Sahban Pilihannta Surbakti dan mengatakan kami tetap menerima aspirasi massa aksi dan kami sangat mendukung aspirasi tersebut dengan adanya aspirasi ini menandakan kemajuan daerah tersebut (red.1)












