KAMPUNG RAKYAT, goresnews.com dugaan pembuangan limbah oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Gunung Selamat Lestari (GSL) ke aliran perbatasan antara dua perusahaan akhirnya terbantahkan. Hasil investigasi tim media bersama pihak manajemen PT GSL yang turun langsung ke lapangan menunjukkan bahwa air beraroma tak sedap tersebut tidak berasal dari lahan milik PT GSL, melainkan berada di areal perkebunan milik PT Tolan Tiga Indonesia.
Batas yang ditunjukkan oleh pengaman PT. GSL dengan PT. Tolan Tiga Indonesia foto diambil diluar PT.GSL (Foto-Can)
Lokasi air beraroma menyengat itu berada di parit gajah yang sudah lama mengendap dan tidak memiliki aliran yang lancar, tepatnya di Blok A4 dan A5 milik PT Tolan Tiga Indonesia, pada Kamis (22/05/2025).
Manager PT GSL, Grend Atoni Marbun, melalui Humas perusahaan, H. Sopyan, yang turut didampingi oleh Kepala Pengamanan (Papam) dan Danton Security, Paruddin Siregar, serta seorang petugas keamanan dari PT. Tolan Tiga Indonesia, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan pembuangan limbah sebagaimana diberitakan oleh salah satu media online.
“Saya sebagai Humas PT GSL menolak tudingan tersebut dan juga tidak terima foto saya dimuat dalam pemberitaan tanpa izin,” tegas H. Sopyan.
Ia juga membantah adanya konstruksi air terjun buatan sebagaimana diberitakan. “Setelah kami cek bersama rekan-rekan media ke lokasi, faktanya tidak ada air terjun seperti yang diberitakan,” lanjutnya.
Pipa yang mengalirkan air beraroma tak sedap dari galian tapal batas milik PT. Tolan Tiga Indonesia ke perkebunanya (Foto-can)
Pantauan tim media di lapangan menemukan adanya pipa kecil yang mengalirkan air berwarna pekat yang beraroma tak sedap ke area perkebunan dalam bentuk parit-parit kecil. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, diketahui bahwa aliran tersebut berasal dari wilayah PT Tolan Tiga Indonesia, bukan dari area operasional PKS PT GSL, sebagaimana kenyataan yang dilapangan.
Reporter] Tim.












