Kotapinang, goresnews.com Pj Kepala Desa Hadundung Rifin Hidayat laksanakan coffee fest dengan delapan belas peserta di gedung aula lantai dasar Santun Berkata Bijak Berkarya (SBBK) jalan Bukit, Kecamatan Kotapinang Kamis (23/11/2023)
Adapun delapan belas peserta yang datang ikuti festival tersebut Ade (senandika) Deliserdang, Juli Irwansyah (kawan cofee) Sumberjo Pasar 1A, Muhammad Al-Fatah (pasbar) Rohil, Muhammad Aidil (cofee kapan singgah) Cikampak, M Alwi (lazana cofee) Simpang Empat, Pandu Wira (home brewers) Hessa Perlompongan, Aji Suwandana, Arifin Rivaldi (teras cofee) Bukit Kotapinang, PPSHS (kopi setara) Cikampak, Reza Dlmt (patris commercia) Rantau Prapat, Mhd Anggi Andrian (pojok cofee) Sunan Gunung Jati, Nuryati (seduhan kopi) Teluk Panji III, Ronald Afrido (teras copi clinix) Bagan Batu, Emil (kapan singgah) Aek Batu, Visi Dermawan (Megalos) perkantoran Bupati Labusel, Dedi (Portugal), Azli (mesti cofee) Sumberjo Pasar 1A, Bayu (RH cofee) Cikampak.
Panitia Coffee Fest laksanakan festival coffee manual brew battle yang di competisikan dengan racikan diempat jenis antara lain Coffee Talk, Coffee Fielid Trip To PDM Coffee Sipurok, Coffee Selfi Manual Brewing dan Coffee Bazzar UMKM.

Pj Kepala Desa Hadundung Rifin Hidayat yang sehari-harinya dipanggil ifin pada media, Hadundung Festival Coffee (HFC) ini sengaja kami buat sebagai pancingan kecil bagi para petani kopi Labusel khususnya Kecamatan Kotapinang agar lebih giat dan tekun dalam menanam sekaligus membudiyakan tanaman kopi dilahan mereka.
“Penanaman pohon kopi dapat meningkatkan pendapatan keluarga, karena naman kopi tidak dilahan terbuka, pohon kopi harus mempunyai pelindung, kita bisa tanam disela-sela kebun sawit” ungkap ifin.
Harapan saya sembari petani kopi Labusel tumbuh dalam penanaman sekaligus perawatan pohon kopinya begitu juga UMKM berbasis Coffee di cafe-cafe terus menjamur agar pembelian bahan baku (biji kopi) tidak repot/jauh, onwer cafe bisa dapat langsung dari petani kopi lokal yang ada.
Agus Tamin petani kopi asal Desa Simatahari menjelaskan penanaman pohon kopi sebetulnya tidak susah, hanya saja petani-petani kita lebih dominan dalam penanaman sawit maupun karet.
Menurut saya peritungan pendapatan lebih besar dari penjualan biji kopi. Namun kita di daerah masih belum memahami dan melengkapkan alat-alat penunjang seperti pembuka kulit dari biji kopi serta alat ovent pengeringan biji kopi yang hanya mengharapkan teriknya matahari.
Saya acungkan jempol pada Pj Kepala Desa Hadungdung yang telah membuka mata pemuda-pemuda dalam mengikuti festival coffe, dan ini menambah finansial mereka apabila anak-anak muda tersebut berhasil dalam pengembangan UMKM berbasis Coffee tersebut.
Camat Kotapinang Khoirul Efendi Batubara, kita buat ivent seperti ini hasil dari dukungan anak-anak muda pecinta kopi, maklumlah saat sekarang tempat-tempat favorit nongkrong bagi anak-anak muda adalah dicafe-cafe berbasis kopi, padahal mereka hanya pesan minuman lemonty, canda efendi.
Kita dari Pemerintahan selagi kegiatan tersebut bersifat positif kita pasti dukung, karena saya juga hobi nongkrong di cafe-cafe seperti pinang raja, teras coffee dan lain-lain.
Terkadang disaat kita nongkrong terbuka pikiran kita untuk memajukan Labusel dari bidang-bidang yang sebelumnya kita ketahui, kata fendi akhiri perbincangan.
Reporter ] Ihsan-CS












