Labusel, goresnews.com warga Desa Batang Nadengan diduga tewas ditembak oknum Polisi di devisi 2 blok 23 kebun PTTN Rabu pukul 16.30 WIB Dusun Batang Gogar, Desa Batang Nadengan Kecamatan Langga Payung Kabupaten Labuhanbatu Selatan berbatasan dengan Paluta.
SS alias Someng (24) teman korban tewas indisial NER (23) menerangkan dirumah warga tepatnya samping rumah duka di Dusun Batang Gogar, Desa Batang Nadenggan Kamis jam 01.05 WIB (07/07/2022)
SS alias Someng menerangkan awal pertama kami masuk tujuh orang lewat bekoan kebun PTTN mengambil buah kebun tiba-tiba pengawas kebun datang menghampiri kami, terjadi kesepakatan antara pihak pengaman dan kami “buah yang kami ambil tidak boleh dibawak dan kami disuruh keluar dari kebun tersebut” ini kesepakatannya.
Selanjutnya, dengan rasa takut kami bertujuh keluar perkebunan dengan arah berpencar mancari jalan yang lebih mudah tuk meninggalkan kebun tersebut, namun saya dan NER beserta tiga orang teman digertak oknum dengan mengacungkan senjata laras panjangnya kearah saya, mungkin dilihat kami sudah tinggal berlima oknum langsung menggertak kami, katanya.
Melihat senjata laras panjang kearah saya, saya reflek memegang parang dipinggang saya, namun oknum Polisi tersebut meletuskan senjatanya kearah bawah, sontak kami mundur berlima namun senjata melutus lagi kearah kaki teman saya AH beruntung hanya menembus celana panjang sebelah kiri atas mata kaki AH.
Tidak sampe disitu oknum tersebut mengarahkan dan meletuskan senjatanya ke arah NER saat berbalik, seketika NER tumbang jatuh dengan luka diperut sebelah kiri dibawah rusuk.
Terus pihak pengamanan kebun dengan mengunakan mobil patrolinya membawa NER ke kantor kebun PTTN, padahal kami ingin menolong NER namun kami takut dengan posisi senjata masih mengarah ke kami, sempat oknum Polisi dengan nada garang mengatakan “siapa lagi yang mau ditembak” ulang someng meniru bicara oknum Polisi tersebut.
Disamping itu AH juga menjelaskan perjanjian yang disepakati sirna, kami pulang kekampung yang tak jauh dari TKP. Orang kampung kumpul musyawarah dan mendatangi kantor PTTN tuk melihat NER, apakah masih hidup atau tidak. Ternyata NER sudah dibawak ke RSUD Kotapinang dari klinik PTTN bersama pihak medis perekebunan.
Massa geram kantor PT. Tapian Nadenggan Perkebunan Langga Payung jadi sasaran di Desa Hutabaru Nangka, Kecamatan Holongan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) karena yang dicari tak ada masyarakat banyak melampiaskan dengan merusak fasilitas kantor PTTN serta membakar parkir yang berisi puluhan sepeda motor.
Kadus Ernita Harahap membenarkan kejadian adanya warganya ditembak oknum Polisi pengawas Perkebunan PTTN Rabu sore dan sekarang korban sudah dirumah duka.
Harapan saya sebagai kadus agar permasalahan ini segera dituntaskan sesuai dengan hukum yang berlaku di negara kita, secepat mungkin.
Plh Kasi Humas Polres Tapsel Briptu Erlangga Gautama Nasution menjelaskan ada sekelompok masyarakat melakukan pencurian di perkebunan PTTN yang lokasih masih simpang siur antara Wilayah Hukum Polres Tapsel dan Polres Labuhanbatu.
Namun kita dari Polres Tapsel lakukan pengamanan di kantor PTTN dengan personil Polres Tapsel, memang di lokasi PTTN tingkat kemalingan sangat tinggi sehingga ekstra patroli rutin terhadap lokasi tersebut, adapun Jenis senjata yang digunakan Aipda Isha Harahap saat melaksanakan pengamanan adalah jenis laras panjang tipe SS1 V2 Sabhara.
“Kalau teman-teman korban menjelaskan seperti yang dikatakan mereka ya itu hak mereka mana bisa kita larang namun kebenaran yang sebenarnya kita tunggu dari hasil pendalaman pihak terkait” katanya.
Sekarang Aipda Isha Harahap sudah ditangani Propam Polres Tapsel dan sudah dimintai keterangan oleh petugas Propam seputar pengunaan senjata serta kronologis sebenarnya, sabar ya bang kita sama-sama tunggu hasil pemeriksaannya (red.1)












