KOTAPINANG, goresnews.com sehari pasca aksi mogok yang dilakukan sembilan dokter spesialis RSUD Kotapinang, pelayanan kesehatan kembali berjalan normal pada Selasa (16/09/2025). Para dokter spesialis tersebut kembali melayani pasien rawat inap maupun konsultasi di poli sesuai tugas pokok dan fungsinya.
Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang turun langsung meninjau RSUD Kotapinang di Jalan Istana, Kelurahan Kotapinang. Dalam kunjungannya, Bupati memeriksa sejumlah ruangan dan menggelar pertemuan dengan sembilan dokter spesialis tersebut.
Bupati Fery Sahputra Simatupang saat kunjungan ke RSUD Kotapinang dan didampingi pihak manajemen RSUD (foto-cand)
Kedatangan Bupati disambut baik oleh manajemen UPT RSUD Kotapinang yang kini dipimpin oleh Plt Direktur dr. Lisa, menggantikan pejabat sebelumnya, dr. Ridwan. Selama lebih dari dua jam, Bupati berkeliling di areal RSUD sambil berbincang pada pihak manajemen RSUD pentingnya kebersamaan dan mengingatkan para dokter untuk mengutamakan pelayanan publik.
“Saya sebagai Bupati tidak mendukung aksi mogok kerja yang dilakukan dokter spesialis. Namun, saya sudah menindaklanjuti tuntutan mereka dengan merealisasikan pembayaran remunerasi bulan pertama dan ketiga secara penuh. Sementara untuk bulan keempat hingga kedelapan masih dalam proses penyesuaian antara petugas lama dan petugas baru yang kini dipimpin dr. Lisa sebagai Plt Direktur RSUD,” ujar Fery.
Bupati menegaskan bahwa dana remunerasi tersedia di kas daerah, namun pencairannya harus mengikuti tahapan penilaian sesuai aturan. Ia juga meminta para dokter spesialis untuk menjunjung tinggi sumpah profesi dan bersabar.
“Bekerjalah sesuai aturan, junjung tinggi sumpah sebagai dokter. Jangan sampai pasien yang menunggu dokter, tetapi dokter yang seharusnya menunggu pasien,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD Kotapinang dr. Lisa, menegaskan pihaknya berkomitmen memperbaiki siklus kerja di rumah sakit.
“Selama saya diberi amanah, saya tetap memegang keridor SOP pelayanan jam kerja dokter spesialis dan sudah kita atur agar tetap terpenuhi. Semua permasalahan sudah dinetralisir oleh pimpinan, sehingga pelayanan kembali berjalan seperti biasa,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Sekretaris IWO Habiburohman, turut menanggapi aksi mogok tersebut. Menurutnya, meski dokter memiliki hak untuk menyuarakan tuntutannya, sumpah profesi juga harus dijunjung tinggi.
“Masyarakat sering mengeluhkan dokter tidak stanby di RS, terutama saat akhir pekan. Bahkan ada pasien operasi yang harus dirujuk ke rumah sakit lain karena dokter tidak ada. Hal ini harus diperbaiki. Jangan hanya menuntut hak, tetapi kewajiban juga dijalankan,” ucap Habiburohman.
Ia juga meminta manajemen RSUD Kotapinang untuk segera memperbaiki sistem pelayanan dan penanganan fasilitas.
“Kalau ada alat rumah sakit yang rusak, segera diperbaiki. Jangan alasan teknisi jauh atau mahal. Semua harus dikelola dengan baik demi masyarakat,” tambahnya.
Habiburohman menekankan pentingnya kerja sama, sinkronisasi, dan kolaborasi yang solid antara manajemen rumah sakit dengan para dokter agar pelayanan kesehatan di RSUD Kotapinang benar-benar dirasakan masyarakat secara maksimal.
Reporter] Erii-CS.












