SILANGKITANG goresnews.com Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan, Syahdian Purba Siboro turun langsung ke Kecamatan Silangkitang untuk meninjau kondisi warga, khususnya anak-anak yang terdampak stunting dan tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Senin (23/09/2025)
Dalam kunjungannya, Wabup menegaskan keprihatinannya terhadap kenaikan angka stunting di Labusel dari 14% menjadi 20%.
“Saya tidak mau angka stunting meningkat lagi. Kenaikan ini membuat saya kecewa dan merasa malu sebagai pimpinan daerah. Anggaran sudah saya tandatangani, saya minta program berjalan tepat sasaran dan jangan lagi grafik stunting bertambah,” tegasnya.
Wakil Bupati Syahdian Purba Siboro saat mengecek langsung kegiatan Posyandu di Kecamatan Silangkitang (foto-admin)
Wabup juga menambahkan, percepatan penurunan stunting harus dimulai dari kesadaran masyarakat untuk rutin datang ke Posyandu setiap bulan. Ia juga menekankan bahwa Posyandu bukan sekadar kegiatan biasa, tetapi wadah penting untuk memantau tumbuh kembang anak, kesehatan ibu hamil, serta edukasi gizi keluarga.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Labusel saat dikonfirmasi melalui seluller menjelaskan bahwa pihaknya berperan sebagai sekretariat, sedangkan program teknis penanganan stunting berada di bawah tanggung jawab Dinas KB melalui Satuan Tugas (Satgas) Stunting.
Julham Syahputra Harahap, Satgas Stunting Labusel dari BKKBN, memaparkan bahwa angka stunting saat ini tercatat mencapai 22% berdasarkan riset Kemenkes. Ada beberapa faktor utama penyebabnya, antara lain:
Rendahnya kesadaran masyarakat untuk datang ke Posyandu, baik calon pengantin, ibu hamil, maupun orang tua yang memiliki balita. Masih banyak warga yang menganggap Posyandu tidak penting bagi kesehatan anak.
Keterbatasan ekonomi keluarga, meski pemerintah telah memberi berbagai bantuan seperti BPJS gratis, PKH, serta fasilitas sanitasi.
Julham menegaskan, percepatan penurunan stunting hanya bisa dicapai dengan kerja sama lintas sektor, termasuk melibatkan unsur Forkopimda. “Kami perlu turun langsung bersama petugas ke seluruh desa, mendampingi masyarakat di jadwal Posyandu setiap bulan. Posyandu harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya program pemerintah,” ujarnya.
Melalui langkah terpadu ini, pemerintah berharap penanganan stunting di Labusel tepat sasaran, disertai dengan percepatan program perbaikan rumah tidak layak huni. Semua itu dilakukan demi menciptakan lingkungan sehat dan masa depan anak-anak yang lebih baik.
Reporter] Erii-Dayat












