Ket gambar: proyek pembangunan/ perawatan Draenase Di desa Sisumut tahun tahun 2022 di kerjakan tahun 2023.
Labusel, goresnews.com proyek pembangunan/ perawatan drainase yang ada di Desa Sisumut Kecamatan Kota pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan dipermasalahkan warga, pasalnya proyek seharusnya dikerjakan tahun 2022 namun pekerjaan ini di kerjakan pada tahun 2023 tepatnya pertengahan Januari yang lalu.
Yang paling mengherankan saat pengerjaan objek tanpa plank proyek tersebut, pekerjaan hanya memoles atau membersihkan dranase yang sebelumnya kondisi dranase masih dalam keadaan baik.
“Saya heran dengan proyek ini, kalau pekerjaan ini pembanguan seharusnya dari dasar, kalau perawatan seharusnya mengerjakan dranase yang rusak” kata Surya.
masih katanya, disebelah sana kan ada yang rusak kenapa yang bagus yang dirapikan dengan artian di plester ulang
Kalau kata krennya hanya di bedak bedakin aja bang, kebetulan proyek tersebut persis di depan rumah saya, terangnya.
Saat dikompirmasi Syahrial PPK Dinas PU Labusel menjelaskan memang begitulah pengerjaannya, namanya juga perawatan tanpa menjelaskan akibat keterlambatan,.
“Memang begitulah pengerjaannya namanya juga perawatan” tegasnya.
Tak puas dengan jawaban PPK, media ini berulang kali menemui kadis PUPE Labusel Safii Simbolon tidak pernah berhasil di chat menggunakan wasshap nya juga gak di balas.
Memang gak bisa di pungkiri bahwa Kepala dinas ini jarang di kantor kalaupun masuk tak beberapa lama dah pergi lagi.
” Kami aja yg terbilang satu kantor jarang jumpa, selama tahun 2023 ini saya baru pernah jumpa sekali itu pun hanya selisih waktu dia mau keluar”, dikuatkan salah seorang pegawainya yang sebelumnya mohon identitas nya jangan di ekpos.
Terkait hal ini , Joko Susilo SH, sekretaris LSM Aliansi Penyelamat Indonesia (API) Labusel, menyayangkan kinerja PU Labusel dan sikap abdi negara Safii Simbolon selaku Kepala Dinas yang tidak mau terbuka kepada Media.
“Saya banyak mendengar keluhan dari kawan kawan Jurnalis yang ada di Labusel, yang mana Safii Simbolon sebagai Kadis yang tidak open terhadap Jurnalis ” ujarnya saat bertemu di Kantor ALKOWAR (11/4).
Dalam kesempatan teesebut Joko Susilo SH juga meminta agar penegak hukum segera memeriksa seluruh proyek pengairan yang ada di dinas PU Labusel.
“Saya berharap agar seluruh proyek Pengairan di Dinas PU di periksa, karena dari temuan yang ada, kita menduga banyak pekerjaan yg tidak sesuai dengan ketentuan dan sarat penyelewengan”. (Roy-CS)












