Siang Bolong, Api Luluhlantakkan 10 Kamar RPH Rantauprapat, Dugaan Korsleting Masih Diselidiki

RANTAUPRAPAT, goresnews.com kepanikan menyelimuti kawasan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Jumat (10/7/2026) siang. Asap hitam pekat membumbung tinggi setelah kebakaran melanda Rantau Prapat Hotel (RPH), menghanguskan sedikitnya sepuluh kamar yang berada di lantai dua bangunan tersebut.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.
Berdasarkan informasi di lokasi, kobaran api pertama kali terlihat dari salah satu kamar di lantai dua sebelum menjalar dengan cepat ke kamar-kamar lainnya. Dalam waktu singkat, api menguasai deretan kamar bernomor 241 hingga 250.
Suhu udara yang cukup terik diduga turut mempercepat penyebaran api.
Kobaran yang semakin membesar mengakibatkan plafon bangunan ambruk, kaca-kaca jendela pecah, dan kepulan asap tebal terlihat dari berbagai sudut Kota Rantauprapat sehingga menarik perhatian masyarakat.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Labuhanbatu segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Namun proses penanganan sempat terkendala padatnya arus lalu lintas di sekitar lokasi, termasuk antrean kendaraan menuju SPBU yang berada tidak jauh dari hotel. Meski demikian, petugas berhasil mengendalikan api setelah bekerja selama kurang lebih tiga jam.
Seluruh tamu dan karyawan hotel berhasil dievakuasi dengan selamat sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski begitu, kebakaran menyebabkan kerusakan cukup parah dengan estimasi kerugian material mencapai sekitar Rp500 juta.
Petugas Damkar Labuhanbatu Iwan, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam begitu menerima laporan dari masyarakat.
“Kami menerima informasi adanya kebakaran dan langsung menurunkan dua unit mobil pemadam. Ada sekitar 10 kamar yang terbakar. Dugaan sementara penyebabnya akibat korsleting listrik, namun penyelidikan masih dilakukan oleh pihak kepolisian,” ujarnya.
Sampai saat berita ini dapat disajikan ke masyarakat, korban jiwa pada kebakaran tersebut tidak ada. Taksasi kerugian mancapai ratusan juta rupiah.
Reporter] Rozi.